Minta Tambahan Lima Kursi Menteri, Pengamat : PDIP Tak Tahu Malu! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Minta Tambahan Lima Kursi Menteri, Pengamat : PDIP Tak Tahu Malu!

JAKARTA – Meski sudah banyak desakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera melakukan reshuffle, namun hingga sampai saat ini desakan itu belum jelas kapan bakal direalisasi. Akan tetapi, PDIP sebagai partai yang mengusung Jokowi justru sudah minta tambahan lima kursi menteri. Alasan penambahan menteri untuk memperkuat dukungan politik dan meningkatkan kinerja pemerintahan.

Usulan penambahan itu disampaikan Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah. Jika permintaan tersebut disetujui Presiden, maka jumlah kursi menteri yang dimiliki partai banteng itu menjadi sembilan kursi.

Basarah yang juga eks Ketua Presidium GMNI ini menilai, sebagai partai pengusung Jokowi yang utama, wajar partainya diberi kesempatan lebih besar berpartisipasi dalam pemerintahan Jokowi-JK. Apalagi di partainya memiliki banyak kader yang profesional dan mumpuni.

“Kami ingin Pak Jokowi pertimbangkan untuk menggunakan hak prerogatifnya guna memberikan ruang lebih luas kepada kader PDIP membantu beliau di kabinet,” kata Basarah, kemarin.

Menurut dia, keberadaan kalangan profesional di kabinet ternyata tak menjamin mulusnya roda pemerintahan. Karena itu, dia berpendapat, sangat tidak relevan kalau kalangan profesional menganggap orang parpol tak mumpuni masuk kabinet.

Sebaliknya, Basarah yakin kehadiran orang-orang partai di kabinet akan membawa dampak yang lebih nyata. Dampak yang dia maksud adalah menguatnya dukungan politik khususnya saat berhadapan dengan parlemen.

“Sejatinya, pemerintah memerlukan dukungan politik sehingga perlu mengakomodasi menteri dari partai politik dengan seleksi yang ketat,” ucapnya.

Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian, Hendrawan Supratikno hanya berkomentar singkat saat ditanya usulan Basarah. “Wajar kalau Mas Basarah mengharapkan itu, karena beliau punya perhitungan sendiri,” ujar Hendrawan.

Ditemui di tempat terpisah, politisi senior Golkar MS Hidayat dan Wakil Ketua Fraksi Nasdem Johnny G Plate mendukung upaya Basarah meminta tambahan lima kursi menteri kepada Presiden Jokowi.

[NEXT-FAJAR]

“Dari segi kepentingan partai, permintaan itu sah-sah saja dan wajar. Yang penting meskipun backgroundnya politik, orangnya harus tepat karena situasi ekonomi membutuhkan kinerja kabinet yang tinggi prestasi,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, secara substansi dan politik, reshuffle kabinet dibutuhkan untuk meningkatkan wibawa dan reputasi pemerintah. Kalau tak dilakukan pergantian kabinet, pemerintah akan sempoyongan dan keadaan akan makin tambah parah.

Sedang politisi Nasdem, Johnny G Plate tak mempersoalkan keinginan PDIP meminta tambahan kursi menteri. Ia cuma mengingatkan, agar figur yang diajukan hendaknya memiliki kompetensi.

Pakar politik dari Universitas Indonesia Prof Budyatna menilai langkah PDIP meminta tambahan lima menteri sebagai sikap tak tahu malu. Pasalnya, empat menteri PDIP yang ada dalam kabinet saat ini saja tidak menunjukkan kinerja yang oke.

“Lihat saja kerja Menkumham Yasonna Laoly yang banyak bikin polemik. Kemudian, Puan Maharani yang tak terlihat prestasinya. Jika sekarang minta nambah lagi, tidak tahu malu,” ujar Budyatna, kemarin.

Budiyatna menyatakan, alasan PDIP mereka akan dituntut tanggung jawab oleh masyarakat atas pemerintahan Jokowi sehingga minta tambahan menteri baru tidak masuk akal. “Yang ada, dengan minta penambahan itu mereka ingin mengendalikan Jokowi. Tapi saya lihat Jokowi bakal melawan dengan menunjukkan diri tidak bisa diatur PDIP,” tandasnya.

Analis politik dari Universitas Hasanuddin Adi Suryadi Culla menilai permintaan jatah tambahan itu membahayakan keseimbangan pemerintahan Jokowi. Parpol-parpol pendukung Jokowi lain tentu akan iri bila permintaan itu dipenuhi.

“Parpol lain akan menganggap PDIP terlalu serakah dan mau menguasai kabinet. Ini akan membuat posisi Presiden Jokowi sulit,” imbuhnya. (RMOL)

To Top