Temuan BPK Perlemah KPU di Pilkada Serentak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Temuan BPK Perlemah KPU di Pilkada Serentak

JAKARTA-Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait indikasi kerugian negara sebesar kurang lebih Rp 334 miliar dalam audit Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2013-2014 pada Komisi II akan terus mendelegitimasi posisi KPU terutama dalam pilkada yang akan dilaksanakan akhir tahun ini.

Demikian disampaikan Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus saat diskusi di Media Centre KPU, Jakarta Pusat, Rabu (24/6)

“Audit BPK sudah mendelegitimasi KPU, mengurangi powernya. Sehingga pihak yang berkepentingan di DPR sebagai respresentasi partai selalu punya ruang untuk masuk,” kata Lucius.

Lucius pun yakin KPU akan terus diganggu oleh Parpol dan DPR, dimana Pilkada serentak 2015 menjadi arena pertarungan kepentingan mereka.

“Pilkada 2015 ini selalu menjadi pertarungan serius bagi Parpol. Karena itu pasti akan selalu diganggu oleh DPR. Kepentingannya apa? Pasti tidak jauh-jauh dari uang dan kekuasaan. Karena mayoritas sulit mendapatkan di pusat, kini mereka berlomba untuk merebut di daerah. Karena itu KPU harus tegas,” demikian Lucius.

Sebagaimana diketahui dalam laporan BPK tersebut ditemukan ketidakpatuhan pada ketentuan perundang-undangan dengan jumlah yang cukup material untuk mengganti istilah signifikan.

Total seluruh temuan terhadap ketidakpatuhan pada ketentuan perundang-undangan kurang lebih sebesar Rp 334 miliar. Dimana terhadap ketidakpatuhan itu, ada tujuh unsur yang ditemukan yaitu:

1. Indikasi kerugian negara Rp 34 miliar
2. Potensi kerugian negara Rp 2,2 miliar
3. Kekurangan penerimaan Rp 7,3 miliar
4. Pemborosan Rp 9,7 miliar
5. Yang tidak diyakini kewajarannya Rp 93 miliar
6. Lebih pungut pajak Rp 1,35 miliar
7. Temuan administrasi Rp 185,9 miliar.[dem]

loading...
Click to comment
To Top