Aksi Pencurian, Emas Senilai Rp 150 Juta Raib – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Aksi Pencurian, Emas Senilai Rp 150 Juta Raib

BATAM – Kawanan pencuri berhasil menggasak perhiasan emas senilai Rp 150 juta dan satu unit kamera Canon dari rumah toko (ruko) berlantai III di Airmas di samping Kampus STT STIE Bentara Persada, Batamcenter, Batam, Selasa (23/6) pagi.

Aksi pembobolan ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, tapi baru diketahui sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, seluruh penghuni yang berjumlah lima orang baru saja pergi meninggalkan rumah.

Dalam aksinya, pelaku sempat terekam kamera CCTv rumah. Mereka diketahui berjumlah tiga orang dan berhasil masuk menggunakan kunci duplikat.

Pelaku kemudian mengacak-acak seluruh isi rumah dan membobol kamar serta lemari yang berada di lantai III.

“Pembantu yang pertama mengetahui rumah dibobol. Dia lihat kamar sudah acak-acakan,” kata Agus, adik pemilik ruko berinisial HM.

Dari rekaman CCTv, pelaku terlihat mendatangi rumah menggunakan sepeda motor Honda Beat. Kemudian membuka pintu rolling door, pintu tralis, serta merusak pintu masuk. Kemudian pelaku bergerak menuju ruang studio musik dan mengacak-ngacaknya hingga menuju lantai III.

Di lantai III pelaku gagal membuka pintu kamar milik orangtua korban dan kembali ke luar rumah untuk memanggil ke dua rekannya. Mereka secara bersamaan mendobrak pintu kamar dan menggasak perhiasan di lemari.

“Mereka cuma butuh waktu sembilan menit untuk mengambil perhiasan itu. Pastinya pelaku sudah mengetahui situasi rumah ini. Apalagi dia memiliki kunci pintu rumah,” terangnya.

Menurutnya, pelaku sudah lama menggambar situasi rumah abangnya tersebut. Apalagi, melihat gerak-gerik pelaku dengan cepat membawa barang curiannya menggunakan tas. “Setelah dapat emasnya, mereka kembali menutup pintu, lalu pergi,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Batamkota, Kompol Arief Budi Purnomo, membenarkan kejadian ini. Ia mengatakan masih menyelidiki dan memeriksa saksi serta rekaman CCTv ruko.

“Masih kami lidik, pembantu dan suaminya sudah dimintai keterangan. Karena selain pemilik rumah, yang punya kunci adalah pembantunya,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya terkendala dengan rekaman CCTv ruko. Hanya saja rekaman itu masih terlihat buram sehingga proses penyelidikan belum maksimal.

“Mengenai rekaman CCTv-nya tidak terlalu jelas. Tapi kita akan terus dalami,” pungkasnya. (opi)

Click to comment
To Top