Gudang Disinyalir Jadikan Sebagai ATM – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Gudang Disinyalir Jadikan Sebagai ATM

FAJARONLINE, MAKASSAR — Implementasi Peraturan Walikota (Perwali) nomor 20 tahun 2010 tentang larangan gudang dalam kota dan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 tahun 2009 tentang kawasan pergudangan terpadu kembali dipertanyakan. Pasalnya, kondisi ini mulai menjamur di beberapa ruas jalan di kota Makassar. Melihat hal itu, sejumlah lembaga anti korupsi mensinyalir terjadinya gratifikasi dibalik menjamurnya gudang dalam kota ini. “Kemungkinan besar itu terjadi kalau gudang dalam kota itu seakan jadi ATM oleh oknum. Buktinya hal itu masih menjamur dan pihak yang diharapkan menjadi eksekutor juga seakan tutup mata,” kata Direktur ACC Sulawesi Muthalib, Kamis 25 Juni.

Untuk menekan aktifitas gudang dalam kota saat ini, lanjut Thalib nama sapaan Muthalib maka diharapkan peranan walikota makassar Moh Ramdham Pomanto untuk membuka mata terhadap kondisi gudang dalam kota itu. Menurutnya, hal ini terjadi pembiaran lantaran Danny, nama sapaan Moh Ramdhan Pomanto tidak memperlihatkan ketegasannya. ” Semua bisa baik selama pak Danny tegas terhadap para pejabatnya yang di kelurahan, kecamatan hingga pada dinas terkait. Kenapa, karena seakan bagian dari itu semualah yang lakukan pembiaran,” ungkapnya.

Selain pihaknya meminta ketegasan Pemkot, pihaknya juga mengharapkan pihak yang berwajib melakukan penyidikan, baik dari kepolisian atau inspektorat.

Terpisah, Direktur Pusat Kajian dan Advokasi Antikorupsi (Pukat) Sulsel, Farid Mamma, mengungkapkan bahwa, belum adanya efek jerah terhadap aktifitas gudang dalam kota di makassar tersebut sangat jelas bahwa ada oknum yang memanfaatkan hal ini. ” Tidak mungkin hal ini berlarut-larut dan tetap beraktifitas jika tidak ada dibelakangnya. Pertanyaanya kenapa masih ada izin yang dikeluarkan oleh pemkot, jika pengusaha klaim memiliki izin, berarti sudah pelanggaran karena bertentangan dengan aturan yang ada,” jelasnya. (taq)

loading...
Click to comment
Makassar

Gudang Disinyalir Jadikan Sebagai ATM

FAJARONLINE, MAKASSAR — Implementasi Peraturan Walikota (Perwali) nomor 20 tahun 2010 tentang larangan gudang dalam kota dan Peraturan Daerah (Perda) nomor 13 tahun 2009 tentang kawasan pergudangan terpadu kembali dipertanyakan. Pasalnya, kondisi ini mulai menjamur di beberapa ruas jalan di kota Makassar. Melihat hal itu, sejumlah lembaga anti korupsi mensinyalir terjadinya gratifikasi dibalik menjamurnya gudang dalam kota ini. “Kemungkinan besar itu terjadi kalau gudang dalam kota itu seakan jadi ATM oleh oknum. Buktinya hal itu masih menjamur dan pihak yang diharapkan menjadi eksekutor juga seakan tutup mata,” kata Direktur ACC Sulawesi Muthalib, Kamis 25 Juni.

Untuk menekan aktifitas gudang dalam kota saat ini, lanjut Thalib nama sapaan Muthalib maka diharapkan peranan walikota makassar Moh Ramdham Pomanto untuk membuka mata terhadap kondisi gudang dalam kota itu. Menurutnya, hal ini terjadi pembiaran lantaran Danny, nama sapaan Moh Ramdhan Pomanto tidak memperlihatkan ketegasannya. ” Semua bisa baik selama pak Danny tegas terhadap para pejabatnya yang di kelurahan, kecamatan hingga pada dinas terkait. Kenapa, karena seakan bagian dari itu semualah yang lakukan pembiaran,” ungkapnya.

Selain pihaknya meminta ketegasan Pemkot, pihaknya juga mengharapkan pihak yang berwajib melakukan penyidikan, baik dari kepolisian atau inspektorat.

Terpisah, Direktur Pusat Kajian dan Advokasi Antikorupsi (Pukat) Sulsel, Farid Mamma, mengungkapkan bahwa, belum adanya efek jerah terhadap aktifitas gudang dalam kota di makassar tersebut sangat jelas bahwa ada oknum yang memanfaatkan hal ini. ” Tidak mungkin hal ini berlarut-larut dan tetap beraktifitas jika tidak ada dibelakangnya. Pertanyaanya kenapa masih ada izin yang dikeluarkan oleh pemkot, jika pengusaha klaim memiliki izin, berarti sudah pelanggaran karena bertentangan dengan aturan yang ada,” jelasnya. (taq)

loading...
Click to comment
To Top