Lembaga Ini Tuduh Pertamina, Biang Kerok Rupiah Jatuh – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Lembaga Ini Tuduh Pertamina, Biang Kerok Rupiah Jatuh

JAKARTA-Pertamina dibawah kepemimpinan Dwi Soetjipto dinilai lebih payah dibandingkan era Karen Agustiawan.

Direktur Energi Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean mengatakan, salah satu buktinya adalah kebutuhan impor BBM Pertamina saat ini sekitar USD 500 juta atau Rp 6,5 triliun (kurs Rp 13 ribu) per hari. Sementara di era Karen, Pertamina hanya membutuhkan USD 100 juta per hari untuk impor minyak dan BBM.

“Angka yang dibutuhkan pertamina hingga mencapai USD500 juta/hari sangat tidak masuk akal, itu terlalu besar. Kenaikannya terlalu tinggi, seolah kebutuhan kita sudah 100 persen impor, sementara kilang minyak kita sebagian masih berfungsi,” terang Ferdinand dalam perbincangan, Kamis (25/6).

“Sebaiknya Pertamina menghentikan opini-opini yang menutupi ketidakmampuan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengelola sektor energi. Ini menjadi seperti sebuah lelucon bodoh ditengah rencana pengalihan Petral-PES ke ISC-Pertamina,” sambungnya.

Ferdinand sendiri agak ragu dengan angka itu. Nah, apabila angka tersebut benar imbasnya bakal kemana-mana. Kurs rupiah terhadap dolar AS juga bisa terancam terus merosot ke angka yang lebih besar‎. Makanya, sudah sepantasnya tim ekonomi dan energi Kabinet Kerja dievaluasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kurs Rupiah dalam ancaman besar, rupiah bisa semakin terjerumus. Ini kegagalan tim ekonomi kabinet kerja, harus segera dievaluasi agar ekonomi bisa berjalan dengan benar dan tidak berdampak pada krisis ekonomi,” tandasnya. [sam/rmol]

Click to comment
To Top