Di Tangan Jokowi, Indonesia Loyo dan Lamban – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Di Tangan Jokowi, Indonesia Loyo dan Lamban

JAKARTA-Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menerima kunjungan Pengurus Pusat Badan Koordinasi Mubaligh Nasional (Bakomubin) di ruang kerjanya di Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6).

Pertemuan bertujuan untuk menyampaikan aspirasi para mubaligh tentang situasi nasional terkini, mulai dari masalah pengungsi rohingya hingga rencana pencabutan TAP MPR Nomor 25 tahun 1966 tentang bahaya laten komunis.

Ketua Umum Bakomubin, Ali Mochtar Ngabalin menegaskan, pertemuan tersebut untuk mengkritisi lambannya peran serta pemerintah dalam penanganan Rohingya. Pihaknya juga mendesak pemerintah untuk lebih berperan penting dalam masalah Rohingya.

“Kami suarakan lambannya pemerintah ke ketua MPR agar bisa disuarakan kepada pemerintah. Pemerintah bisa berbuat lebih banyak untuk rohingya kecuali ada kemauan dari pemerintah,” ujar Ali Mochtar saat ditemui seusai pertemuan.

Terkait masalah rencana pencabutan TAP MPR Nomor 25 tahun 1966 tentang bahaya laten komunis, Ketua Dewan Syuro Bakomubin, KH Anwar Sanusi meminta MPR untuk berperan aktif, menurutnya adanya isu pencabutan TAP MPR nomor 25 tahun 1966 tentang larangan paham komunisme, leninisne dan marxisme juga menjadi kekhawatiran para Mubaligh.

“Gerakan kiri ini lebih bahaya dari ISIS. Para ulama di daerah sangat resah dengan isu tersebut,” ungkap Ketua Dewan Syuro Bakomubin, KH Anwar Sanusi.

Sementara itu, Ketua MPR menyatakan, pemimpin umat saat ini menghadapi tantangan dalam menyatukan umat Islam. Perpecahan dan peperangan di berbagai belahan dunia menjadi pekerjaan rumah yang berat.

“Kini yang terjadi di Timur Tengah bukan perang antara umat Islam dengan komunis atau kapitalis, tapi Islam dengan Islam. Menyatukan umat memang bukan pekerjaan yang mudah, tapi itu tantangan kita saat ini,” ungkap Zulkifli.

Menurut Ketua MPR lebih baik, para ulama dan mubaligh lebih memperjuangkan tentang kemakmuran dan kesejahteraan umat sebagaj janji kebangsaan para pemimpin.

“Lebih baik kita bicarakan bagaimana mensejahterakan umat dan kemakmuran umat. Dua hal itu yang menjadi janji kebangsaan pemimpin yang saat ini masih belum terpenuhi. Rakyat tak akan paham kalau membahas “tolak paham komunis atau kapitalis”. Tapi kalau bahas kesejahteraan, pendidikan dan kemakmuran rakyat pasti tertarik. Itu menurut saya,” jelas Ketua MPR.

Selain membicarakan situasai nasional, Pengurus Pusat Bakomubin juga mengundang Ketua MPR untuk hadir dalam Munas Bakomubin di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun depan. Dalam pertemuan tersebut Bakomubin menghadirkan Ketua Umum Bakomubin, Ali Mochtar Ngabalin, KH. Toto Tasmara, KH Anwar Sanusi, KH Ridwan Ibrahim Lubis, dan H. Abdurahman Tarjo.[dem/rmol]

loading...
Click to comment
To Top