Wao! Ramadhan, Pengrajin Keranjang Omzet Naik 100 Persen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Wao! Ramadhan, Pengrajin Keranjang Omzet Naik 100 Persen

KARANGANYAR, RAJA – Kreativitas dan keuletan pengrajin keranjang buah dari limbah kertas koran Desa Keradenan Serangan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, terus menuai hasil manis, bahkan selama Ramadhan 2015 omzetnya naik hingga 100 persen.

“Permintaan keranjang buah sudah dua bulan terakhir rata-rata mencapai 4.000 buah per bulan atau naik dua kali lipat dibanding hari biasanya,” kata pengrajin di desa itu, Christian Haryanto, kemarin.

Menurut pria berusia 48 tahun itu, mayoritas permintaan datang toko-toko buah seperti Istana Buah Malang, Surabaya, Semarang, Cirebon, dan Jakarta. “Kami pada hari-hari biasa pesanan pelanggan rata-rata sekitar 1.500 hingga 2.000 buah per bulan,” katanya.

Keranjang buah produksi digemari karena bentuknya yang cantik dan berwarna warni serta memiliki kualitas yang bagus. Oleh karena itu, produksinya laris manis diburu toko buah.

Produk ekonomi kreatif itu hanya memanfaatkan limbah kertas koran untuk diubah menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi. Christian menjelaskan, harga keranjang buah di tingkat pedagang hanya berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp40 ribu perbuah tergantung ukurannya. “Kami dengan menggunakan sebanyak 12 tenaga kerja mampu memproduksi rata-rata sekitar 3.000 keranjang buah perbulan,” katanya.

Menurut dia, karena permintaan keranjang buah rata-rata sekitar 4.000 buah perbulan, maka pihaknya meningkatkan produksinya untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan kerja lembur karyawannya.

Meningkatnya permintaan keranjang buah pada Ramadhan tersebut sebagian besar untuk kebutuhan hadiah Lebaran atau parcel. Pembuatan kerajinan dari limbah kerta koran itu dilakukan dengan merendan kertas koran dalam air selama tiga hari hingga lembut atau lunak.

Limbah kertas koran tersebut kemudian dihaluskan lagi dengan cara diblender menjadi bubur kemudian ditiriskan hingga kering. Kertas yang menjadi bubur kering kemudian dicampur dengan lem dan ditiriskan kembali dan dicetak sesuai bentuk barang yang diinginkan.

Limbah koran yang sudah menjadi bentuk keranjang buah kemudian dikeringkan sinar matahari dan selanjutnya dicat warna sesuai corak yang diminati konsumen, dan kemudian dilapisi pernis untuk menutup pori-porinya. Barang yang kini bernilai tambah kemudian siap dikemas untuk dikirim ke pelanggannya. (In)

Click to comment
To Top