Bagaimana Seharusnya Sikap Orang yang Dicaci, Sedangkan Ia Sedang Puasa? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Bagaimana Seharusnya Sikap Orang yang Dicaci, Sedangkan Ia Sedang Puasa?

Alhamdulillahirabbil’alamin. Imam Al-Bukhari Rahimahullah, meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: “Puasa adalah perisai. Oleh karena itu hendaklah orang yang berpuasa tidak mengatakan perkataan kotor dan tidak melakukan perbuatan bodoh. Jika ada yang memeranginya atau memakinya, hendaklah dia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa,’ (Nabi mengatakannya) Sebanyak dua kali.”

Nabi saw menambahkan, “Demi Dzat yang menguasai jiwaku, bau yang keluar dari mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi, (Allah berfirman perihal orang yang berpuasa), ‘Dia telah meninggalkan makanan, minuman dan syahwatnya demi Aku (Allah). Puasa adalah untuk-Ku. Akulah yang akan memberinya pahala, satu kebaikan akan dibalas dengan sepulu kali lipat.” (HR Bukhari, No. 1894).

Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah, berkata, kemungkinan kalimat, ‘Sesungguhnya aku sedang puasa.’ Dapat mencegah orang yang memeranginya; dan jika orang itu terus melakukannya, maka hendaknya ia menolak dan mencegahnya dengan perbuatan yang lebih ringan.

Namun jika yang dimaksud dengan kalimat “memeranginya” adalah “mencaci-makinya,” maka maksud hadits tersebut adalah; hendaknya dia tidak membalas perbuatan orang itu dengan perbuatan yang sama, tetapi hendaknya ia mengatakan; ‘Sesungguhnya aku sedang puasa.”[1] Inilah ajaran-ajaran Islam yang mulia, yang mengajak kepada akhlakul karimah. Demikianlah, dan segala puji dan keagungan hanya milik Allah. (*)

————————-

[1] Fathul Baari, Ibnu Hajar Al-Asqalani, Pembahasan Puasa, Jilid 11. Hal 14.

loading...
Click to comment
To Top