Kades: Bantuan Masih Kurang, Nanti Dibagi Rata Saja – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Kades: Bantuan Masih Kurang, Nanti Dibagi Rata Saja

BATANG – Kementerian Pertanian Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mulai membagikan bibit padi unggul varietas Ciherang yang tahan penyakit dan bernas kepada petani yang akan memasuki musim tanam tahun ini melalui PPL di tingkat kecamatan. Selanjutnya, bantuan itu akan didistribusikan sekaligus memberikan penyuluhan langsung kepada petani di tingkat desa.

Kemarin, Jumat (26/6) pembagian pupuk dilaksanakan di Desa Wonokerso, Kecamatan Limpung, Batangm yang mendapat jatah bibit padi unggul tersebut untuk 130 hektar sawah. Pembagian dan penyuluhan dilaksanakan di Kantor Balai Desa setempat dihadiri petani, Gapoktan, Kades, perangkat desa, tokoh masyarakat dan Babinsa dari Koramil Limpung Serma Suparlan.
“Jatah yang diberikan Kementerian Pertanian masih kurang dan belum mencukupi untuk semua petani di desa ini. Lahan kami 140 hektar tetapi hanya mendapatkan jatah bibit untuk 130 hektar saja. Jadi kami harus pandai-pandai memberikan pengertian kepada petani agar tak ada kecemburuan. Untuk itu nanti bibit bantuan ini akan kami bagi rata saja biar adil. Kekurangan bibit bisa dipikul bersama,” kata Kades Wonokerso Muhamidin.
Serma Suparlan dari Babinsa Limpung menjelaskan, bahwa pembagian bibit padi ini agak terlambat karena Desa Wonokerso sebelumnya sudah mendapatkan bantuan proyek irigasi. Bantuan pupuk bersubsidi juga tidak ada. Yang mendapatkan kedua bantuan bibit dan pupuk bersubsidi adalah desa yang tidak mendapatkan bantuan fisik.
Hal serupa juga dikemukakan oleh PPL Limpung yang mewakili Kementerian Pertanian Kabupaten Batang Dedi Setiawan. “Kita harus legowo dengan adanya bantuan ini walaupun jumlahnya tidak seperti yang diajukan. Tidak semua Kecamatan mendapatkan bantuan ini. Jadi kita harus bersyukur bisa mendapatkan bantuan ini,” kata Dedi.
Dari data lapangan, Desa Wonokerso termasuk subur dan punya potensi menjadi lumbung padi karena selain jumlah sawahnya yang luas juga didukung oleh irigasi yang baik sehingga dalam setahun bisa ditanami 3 kali. Bahkan Kades punya cita-cita untuk menjadikan Wonokerso sebagai sentra padi Kabupaten Batang.
“Tahun depan kami sudah punya ricemill sendiri. Hasil panen petani akan kami kelola sendiri dengan penjualan dan manajemen modern. Beras dikemas dengan merk dan akan menjadi komoditas lokal yang semoga bisa meningkatkan taraf hidup petani dan masyarakat umumnya. Hanya sayang, belum banyak anak muda yang mau terjun langsung jadi petani penggarap,” lanjut Muhamidin kepada Rakyat Jateng. (feb)

loading...
Click to comment
To Top