Pemilih Pilkada 21 Kabupaten/Kota di Jateng Didominasi Perempuan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pemilih Pilkada 21 Kabupaten/Kota di Jateng Didominasi Perempuan

SEMARANG, RAJA – Jumlah pemilih di 21 kabupaten/kota di Jateng sekitar 15,2 juta jiwa. Angka tersebut berdasarkan jumlah Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) di seluruh wilayah Jateng yang akan menggelar Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Joko Purnomo, saat ini, persiapan Pilkada telah memasuki tahap penyusunan daftar pemilih. Pada 4 Juni lalu, KPU RI telah menerima DP4 tersebut. Sebelum diserahkan ke KPU Provinsi dan kabupatwn/kota DP4 tersebut harus dianalisis terlebih dahulu.
“Sesuai PKPU Nomor 2 Tahun 2015, KPU RI melakukan analisis DP4 tersebut sebelum diserahkan kepada KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota,” kata Joko, Jumat (26/6).
Dirinci Joko, dari total 15.242.847 pemilih, 7.609.063 atau 49,02 persen di antaranya berjenis kelamin laki-laki. Sisanya,sebanyak 7.633.784 atau 50,08 persen perempuan.
Kemudian pemilih di bawah 17 tahun tapi sudah menikah sebanyak 184 pemilih atau 0,001 persen. Sedangkan pemilih usia di atas 90 tahun sejumlah 45.552 atau 0,30 persen. “Pemilih pemula 1,16 persen atau 176.584 dan penyandang disabilitas sebanyak 24.786 orang,” sambung Joko.
Jumlah pemilih di Kota Semarang, lanjut mantan Ketua KPU Kabupaten Wonogiri itu, jumlah DP4 mencapai 1.211.170 pemilih. Dengan rincian 591.543 orang lelaki dan pemilih perempuan berjumlah 619.627 orang.
Sesuai PKPU Nomor 4 Tahun 2015, mereka yang dinyatakan sebagai pemilih harus sudah berdomisili di daerah pemilihan minimal enam bulan sebelum disahkannya daftar pemilih sementara (DPS). Selain itu, harus didujung dengan bukti KTP atau dokumen kependudukan lainnya. “Masyarakat saya imbau meminta penjelasan ke PPS terdekat agar bisa lebih memahami,” tandas dia. (*)
Dari 15,2 juta pemilih di 21 kabupaten/kota di Jateng, di Kota Semarang ada 1.211.170 pemilih, dengan rincian 591.543 laki-laki dan 619.627 perempuan.
Menurut Joko, tahap selanjutnya KPU kabupaten/kota akan menyusun daftar pemilih. Sekaligus memetakan tempat pemungutan suara (TPS) berdasarkan hasil analisis untuk disampaikan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) sampai tanggal 14 Juli 2015.
Selanjutnya PPS bersama Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) akan melakukan proses pemutakhiran data pemilih. Proses ini, lanjut Joko, melibatkan Ketua RT dan RW mulai 15 Juli sampai 19 Agustu 2015.
“Kepada masyarakat diimbau untuk ikut aktif meneliti dan mengecek ke RT masing-masing guna memastikan sudah terdaftar dan sudah benar datanya. Salah satu cara ngecek adalah memastikan apakah di rumahnya sudah ditempat stiker tanda terdaftar dan diberi bukti terdaftar,” jelasnya.
Sesuai PKPU Nomor 4/2015, pemilih harus sudah berdomisili di daerah pemilihan minimal enam bulan sebelum disahkannya daftar pemilih sementara (DPS) yang dibuktikan dengan KTP atau dokumen kependudukan dari instansi yang berwenang. “Agar lebih jelas masyarakat dapat meminta penjelasan di PPS terdekat,” tegas Joko. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top