Bupati Morotai Tersangka, Umar Samiun Belum Aman? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Bupati Morotai Tersangka, Umar Samiun Belum Aman?

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus suap sengketa Pilkada yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar. Teranyar, Bupati Kabupaten Morotai, Rusli Sibua ditetapkan tersangka oleh KPK.

Dalam penetapan tersangka tersebut, KPK mengklaim telah menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup dari hasil pengembangan perkara terhadap Akil. KPK pun mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) tertanggal 25 Juni 2015.

Penetapan tersangka Rusli masih terkait dengan pengurusan sengketa Pilkada Morotai di MK pada tahun 2011. Rusli diduga menyuap Akil untuk memuluskan sengketa tersebut dalam persidangan.

Kasus Bupati Morotai ini merupakan tindak lanjut dari sepuluh daerah yang bersengketa di MK. Dari sepuluh tersebut sudah ada beberapa daerah yang penetapan tersangkanya sudah dilakukan oleh KPK. Para kepala daerah yang kini jadi tersangka itu ada yang tertangkap tangan dalam melakukan suap melalui operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, ada juga yang terbukti dalam persidangan memberikan sejumlah uang sebesar miliaran rupiah untuk dapat memuluskan persengketaan pilkada di MK.

Dalam kasus ini, Rusli disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Lantas bagaimana dengan kasus Pilkada Kabupaten Buton yang juga terbukti didalam persidangan memberikan sejumlah uang kepada Akil untuk dimenangkan dalam gugatan sengketa pilkada di MK?

Menurut Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Johan Budi mengungkapkan, pengembangan kasus suap Akil belum berhenti pada Rusli Sibua. KPK masih akan terus melakukan pengembangan penyidikan pada sengketa Pilkada lainnya, termasuk didalamnya Pilkada Buton.

“Berdasarkan pengembangan yang dilakukan dengan terdakwa yang sudah divonis (Akil) kami masih akan mengembangkan lebih lanjut terkait sengketa Pilkada di tempat lain,” kata Johan.

Untuk diketahui, Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun dalam persidangan mengakui menyogok Akil sebesar Rp 1 miliar. Meski begitu, Umar Samiun mengaku terpaksa menyuap Akil melalui advokat Arbab Paproeka karena diancam kemenangannya bakal dianulir jika tidak mengabulkan permintaan Akil.

Menurut Umar Samiun, saat proses sengketa kedua Pilkada Buton di MK, dirinya dihubungi oleh Arbab Paproeka minta supaya bertemu. Tetapi, Umar Samiun berkali-kali mengabaikannya. Meski begitu, Arbab terus mendesaknya dengan jurus alasan perkara sengketa pilkada Buton bermasalah.

“Kata Pak Arbab melalui telepon, kemenangan kami di MK akan segera dianulir kalau tidak segera bertemu. Menurut keterangan Agus (sahabat karib Umar) yang akan menganulir adalah Pak Akil Mochtar,” kata Umar Samiun kala memberikan kesaksian dalam sidang Akil, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (3/4) silam. (FO)

loading...
Click to comment
To Top