Rio Kecewa, Kubu Agung Membela – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Rio Kecewa, Kubu Agung Membela

FAJARONLINE, JAKARTA – Keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar kubu Aburizal Bakrie yang memberhentikannya sebagai anggota DPR  asal Sulsel membuat Andi Rio Padjalangi kecewa. Legislator yang melenggang ke Senayan melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel II itu mengaku tak habis pikir dengan sikap DPP yang tak memberinya kesempatan membela diri.

Kepada FAJAR Media Center Jakarta, adik Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi itu menumpahkan kekecewaannya terhadap sikap DPP. “Saya dizalimi. Alasan pemberhentian sulit diterima. Jika kejadian Juni lalu yang jadi pertimbangan mengambil keputusan, saya berhak membela diri,” ujarnya.

Kejadian yang dimaksud Rio, di antaranya saat dia terjaring razia Badan Narkotika Nasional (BNN) di Studio 33 Makassar, Kamis 7 Juni lalu. “Waktu itu saya apes. Pulang dari pesta ultah teman, kami berkumpul dan terjadi penggerebekan. Tapi waktu itu tidak terbukti,” jelasnya.

Alasan yang paling memungkinkan adalah sikap Rio yang terang-terangan berseberangan dengan DPP Golkar kubu Ical, sapaan Aburizal Bakrie. Dia merupakan legislator asal Sulsel pertama yang terang-terangan menyatakan dukungan pada kubu Golkar versi Munas Ancol pimpinan Agung Laksono.

Rio yang sudah dua periode duduk sebagai wakil rakyat di Senayan, dituding terlibat dalam penyerangan ruang fraksi Partai Golkar di DPR RI, 30 Maret lalu. Karena kejadian ini pula posisinya dipindahkan dari Komisi X ke Komisi I.  “Saya tentu akan bersikap, tapi kita lihat saja nanti,” janjinya.

Menanggapi keputusan ini, Golkar kubu Agung langsung bereaksi. Melalui Ketua Bidang Hukum dan HAM, Laurent Siburian, mereka akan mengambil langkah pembelaan. Pemecatan kader, menurut Laurent, tak bisa dilakukan begitu saja.  “Inilah kelemahan orang-orang di kubu Ical. Dengan gampang mereka memecat kader. Padahal, ada mekanisme. Untuk seorang anggota dewan, tentu harus melalui pertimbangan mahkamah partai,” sebut Laurent malam tadi.

Lagi pula, sebut Laurent, ada undang-undang parpol yang mengatur anggota partai. Harus ada kesempatan untuk membela diri. “Kesannya brutal kalau main pecat. Tentu saja kita tidak akan tinggal diam menyikapi masalah ini,” tegasnya. (fmc)

loading...
Click to comment
To Top