Sulit Terima Alasan Pemberhentian – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Sulit Terima Alasan Pemberhentian

FAJARONLINE, JAKARTA – Anggota DPR-RI, Andi Rio Padjalangi mengaku sulit menerima alasan pemberhentiannya sebagai legislator Senayan oleh DPP Partai Golkar. Legislator dari daerah pemilihan Sulsel II itu merasa dizalimi. Rio mengaku kecewa dan tak habis pikir dengan sikap DPP yang tak memberinya kesempatan membela diri.  “Jika kejadian Juni lalu jadi pertimbangan mengambil keputusan, saya berhak membela diri,” ujarnya di Jakarta, Sabtu 27 Juni.

Kejadian yang dimaksud Rio saat terjaring razia Badan Narkotika Nasional (BNN) di studio karaoke Jl. AP Pettarani, 7 Juni lalu. “Waktu itu saya apes. Pulang dari pesta ulang tahun teman, kami berkumpul dan terjadi penggerebekan. Tapi waktu itu tidak terbukti,” jelasnya.

Alasan yang paling memungkinkan adalah sikap Rio yang terang-terangan berseberangan dengan DPP Golkar kubu Ical, sapaan Aburizal Bakrie. Dia adalah legislator asal Sulsel pertama yang terang-terangan menyatakan dukungan pada kubu Golkar versi Munas Ancol pimpinan Agung Laksono.

Rio yang sudah dua periode duduk sebagai wakil rakyat di Senayan, dituding terlibat dalam penyerangan ruang fraksi Partai Golkar di DPR RI, 30 Maret lalu. Karena kejadian ini pula, posisinya dipindahkan dari Komisi X ke Komisi I.  “Saya tentu akan bersikap, tapi kita lihat saja nanti,” janjinya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar kubu Agung Laksono, Sabil Rahman, memastikan pemecatan kepada kader partai yang dilakukan kubu ARB itu tidak berdasar.  Dia mengatakan, sesuai amanah partai, tidak boleh ada pemecatan kader di tengah proses penyelesaian masalah hukum oleh kedua kubu. Baik dalam proses banding maupun sidang yang sedang berlangsung di PN Jakarta Pusat saat ini. “Tidak ada alasan pemecatan itu. Itu kerjaan orang panik, karena Andi Rio selama ini gabung ke kubu Ancol yang justru dapatkan Surat Keputusan (SK) Kemenkumham,” kata Sabil. (fmc)

loading...
Click to comment
To Top