Tidak Ditemukan Daging Gelonggongan di Grobogan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Tidak Ditemukan Daging Gelonggongan di Grobogan

GROBOGAN  – Sudah menjadi agenda rutina tiap tahun Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Grobogan Jawa Tengah melakukan operasi daging yang dijual di sejumlah pasar tradisional. Operasi daging dilakukan untuk mencegah penjualan daging

glonggongan dari luar daerah yang masuk ke para pedagang di daerah Kabupaten Grobogan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Disnakan drh. Riyanto melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Nur Ahmad Wardiyanto usai melakukan operasi di sejumlah pasar pagi tadi.
Nur Ahmad mengatakan, bahwa hasil dari operasi daging hanya menemukan daging yang sudah disimpan bersama dengan gumpalan-gumpalan es batu lalu dijual kembali. “Untuk glonggongan belum kami temukan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Nur Ahmad juga menjelaskan, bahwa operasi daging yang melibatkan petugas Dinas Kesehatan, Disperindagtamben, Polres dan Satpol PP tersebut sasarannya pedagang daging di pasar pagi Purwodadi, Pasar Wirosari dan Pasar
Kradenan. Dari ketiga pasar tersebut, belum di temukan daging glonggongan.
”Meski tidak melakukan penyitaan, kami memberikan teguran agar tidak menjual daging glonggongan,” terang dia.
Dari operasi daging tersebut juga untuk melihat daging yang dijual di pasar. Daging tersebut berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH)
Grobogan apa berasal dari luar kota seperti Boyolali. Dimana di Kabupaten Grobogan telah memiliki Perda nomor 5 tahun 2014 tentang
penyelenggaraan peternakan dan kesehatan hewan.
”Dalam Perda itu diatur bahwa daging yang berasal dari luar Grobogan harus mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Daging (SKKD)
dari Disnakkan atau RPH Grobogan. Jika itu tidak dipenuhi maka penjual bisa diancam hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp50
juta,” imbuhnya. (Awg)

loading...
Click to comment
To Top