Tujuh Tokoh Diusulkan Jadi Nama Jalan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Tujuh Tokoh Diusulkan Jadi Nama Jalan

FAJARONLINE, MAKASSAR  — Ada 34 profesor di Kota Makassar mengusulkan tujuh nama tokoh pendidikan dan tokoh agama diabadikan menjadi nama jalan di Makassar. Mereka mengajukan nama jalan  untuk diganti dengan nama ke-7 tokoh tersebut. Profesor yang mengusulkan antara lain; Prof Zainuddin Thaha, Prof H Sadly, Prof Tahir Kasnawi, Prof Dwia A.T Pulubuhu, Prof Arismunandar, Prof Jasruddin, Prof Masrurah Mukhtar, Prof Irwan Akib, Prof Ambo Ala dan lainnya.

Dalam surat yang dikirim ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, beberapa tokoh yang diusulkan untuk penggantian nama jalan di Makassar dianggap sangat layak untuk pelestarian nilai-nilai luhur. Apalagi, para tokoh itu dianggap telah berjasa selama hidupnya untuk Kota Makassar.

Tujuh nama tokoh yang dimaksud Prof KH Abdurrahman Shihab (salah seorang pendiri UMI, mantan Rektor IAIN Makassar) sebagai nama baru Jalan Kakatua, pertimbangannya tempat tersebut merupakan lokasi kampus pertama UMI Makassar. Prof Dr A Amiruddin (mantan Rektor Unhas, mantan Gubernur Sulsel), sebagai nama baru Jalan Perintis Kemerdekaan, mulai dari perbatasan Jalan Urip Sumoharjo sampai belokan masuk ke BTP.

Ada KH Fadeli Lurang (tokoh agama dan Pendiri IMMIM) sebagai nama baru Jalan Rusa. Prof EA Mokodompit (mantan Kanwil Depdikbud Sulsel, Mantan Rektor IKIP Makassar) sebagai nama baru Jalan Landak Baru dan Bontolangkasa.  HA Mattalatta (mantan Pangdam  XIV, Tokoh olahraga nasional) sebagai nama baru Jalan Cenderawasih.  KH Jamaluddim Amin (mantan Rektor Unismuh, Ketua PW Muhammadiyah Sulsel) sebagai nama baru Jalan Talasalapang. Drs KH Muhyidin Zain (tokoh agama dan mantan rektor IAIN Alauddin Makassar), sebagai nama baru Jalan Dahlia.

Prof Irwan Akib yang juga merupakan Rektor Unismuh Makassar membenarkan hal itu. Menurut dia, tokoh yang diusulkan adalah yang punya jasa dalam pembangunan dan pengembangan SDM di Makassar maupun Sulsel. Olehnya, mengabadikan namanya sangat penting agar generasi mengingat, bahwa tokoh tersebut punya kontribusi. “Kita hanya berharap agar itu direspons termasuk oleh teman-teman di DPRD Kota Makassar,” ujarnya. (lin)

loading...
Click to comment
To Top