Ada Oknum Ambil Keuntungan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Ada Oknum Ambil Keuntungan

FAJARONLINE, MAKASSAR — Berkaitan itu, Direktur ACC Sulsel Muthalib kepada FAJAR menyatakan belum lama ini.
Kecurigaan dewan bahwa ada oknum yang mengambil keuntungan dari terhadap masih menjamurnya gudang tersebut itu kuat. Buktinya, para pemilik gudang tetap beraktifitas seakan tidak menyadari bahwa ada tekanan untuk segera dipindahkan.
“Kita berharap pihak yang berwajib seperti bagian inspektorat untuk menelusursi hal ini, karena kemungkinan besar ada skenario dibalik ini semua,” lanjutnya
Lain halnya dengan legislator partai Golkar DPRD Makassar Rahman Pina. Menurutnya, Gudang dalam kota ini seperti penyakit menular yang tidak pernah ditangani serius. Menular dari setiap periode pemerintahan ke periode pemerintahan berikutnya. Bahkan kata Rahman Pina, dalam statemen pemkot memang keras, tapi action di lapangan sangatlah lemah.
“Gudang dalam kota bukannya berkurang tapi malah bertambah, karena ada pelemahan, Bukan hanya statemen, tapi juga tindakan,” jelasnya.
Kepada FAJARONLINE, ia mencontohkan, salah satu gudang yang dilakukan pembiaran pemerintah kota yakni gudang di jalan Rajawali. Dimana, pada gudang rajawali itu yang luasnya hampir sama dengan lapangan bola.
“Pemkot tahu betul gudang itu, karena selama ini jadi pemasok bahan bangunan, tapi malah dibiarkan,”ungkapnya.
Sementara Ketua Fraksi Nasdem Mario David menambahkan, hal pertama yang mesti dilakukan pemerintah kota yakni mengevaluasi struktur pemerintahan disetiap tingkatan. Mulai dari kelurahan hingga kepada dinas yang telah mengeluarkan izin tersebut. Pasalnya, kata Mario, sejumlah pemilik gudang mengklaim bahwa ia bertahan lantaran memiliki izin.
“Pertanyaannya, siapa yang telah memberikan izin. Padahal sudah sangat jelas bahwa itu adalah pelanggaran. Makanya, pak Wali (Danny,red) sebaiknya mengevaluasi bawahannya, sebab hal ini tidak bisa dipungkiri ada kesepakatan yang telah dibangun antara pengambil kebijakan dengan para pemilik gudang,” tegasnya. (taq/wik)
Click to comment
To Top