Berburu Sekolah Favorit di Grobogan Jelang PPDB – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Berburu Sekolah Favorit di Grobogan Jelang PPDB

GROBOGAN, RAJA – Masih banyaknya asumsi bahwa sekolah favorit adalah sekolah yang mempunyai sistem pendidikan yang baik dan benar, membuat sejumlah sekolah favorit di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, banyak diburu. Hal ini sering terjadi saat musim pasca kelulusan siswa baik di tingkat SD, SMP/MTs maupun SMA/SMKN, yaitu saat menjelang pendaftaran peserta didik baru (PPDB).

Sekolah favorit banyak diminati para siswa yang sudah lulus dan ingin meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Sejumlah orang tua
berbondong-bondong mendafarkan anaknya masuk ke sekolah favorit yang jadi tujuanya.
Salah satunya di SMP N 1 Purwodadi jumlah pendaftar calon siswa baru ada 402 orang. Padahal sekolah tersebut hanya menerima 324
siswa baru. Hal serupa juga di SMP N 2 Purwodadi jumlah bakal calon siswa ada 407 pendaftar, sedangkan daya tampung sekolah itu
hanya 320 siswa.
Budiono Kepala SMP N 1 Purwodadi mengatakan, banyaknya siswa yang mendaftar ke sekolah yang dipimpinya karena tahu memiliki
banyak prestasi dari sekolah. Selain itu, tahun ini juga menjadi juara satu dalam nilai Ujian Nasional (UN). Meski demikian masuk ke
sekolah SMP N 1 harus melewati tes skolastik dan nilai-nilai rata harus sesuai ketentuan.
”Bagi siswa yang diterima adalah pilihan. Karena hanya lulus tes yang bisa masuk,” kata Budiono, kemarin.
Saat ditanya masalah tes skolastik yang diujikan berjumlah 90 soal. Tiap siswa diberikan waktu dua jam untuk mengerjakanya. Hasil tes
nanti jadi penentu kelulusan siswa jika telah memenuhi criteria yang ditentukan dari sekolah. Selain itu, bagi siswa yang mempunyai
piagam atau prestasi nasional, provinsi dan daerah juga menjadi pertimbangan sendiri.
”Pendaftaran calon siswa baru kami buka transparan agar masyarakat tahu. Bahkan rencananya akan kami buat system online dan system
CBT pada tahun depan,” jelasnya.
Pernyataan yang sama juga diungkapkan Kepala SMP N 2 Purwodadi Lucas Supriyanto. Dia mengakui, bahwa prestasi sekolah lah yang
membuat SMP yang dipimpinya banyak diminati oleh warga masyarakat. Meski begitu, pihaknya dalam penerimaan siswa baru juga
melakukan tes skolastik untuk penerimaan siswa baru.
”Hanya siswa yang mampu mendapatkan nilai rata-rata bagus nanti yang bisa diterima,” terangnya.
Sementara itu dalam keterangannya, Kepala Dinas Pendidikan Karsono mengatakan, bahwa kecenderungan banyak orang tua
menyekolahkan anaknya ke sekolah favorit harus disesuaikan dengan kemampuan anak. Sehingga bisa mengejar materi pelajaran yang
diajarkan sekolah.
”Banyaknya siswa yang daftar ke sekolah favorit karena antusias orang tua melihat sekolah banyak prestasi. Tetapi harus diingat
kemampuan dari anak itu sendiri untuk bisa mengikuti system yang diajarkan,” jelasnya.
Terkait keterbukaan tentang pendaftaran siswa baru SMP negeri dibebaskan dari biaya pendaftaran. Sedangkan untuk keperluan lainya
setiap sekolah sudah diawasi oleh masing-masing komite sekolah. Sehingga tidak terjadi kecurigaan dari warga masyarakat sendiri.
”Memang di Grobogan belum ada pendaftaran peserta didik baru (PPDB Red) untuk tingkat SMP, SMA dan SMK Negeri di Kabupaten
Grobogan memakai sistem online. Ini disebabkan, dari masing-masing sekolah belum mempunyai perangkat dan jaringan yang
memadai,”imbuhnya.
Seperti diketahui dari data Dinas Pendidikan Grobogan SMP Negeri ada 51 sekolah, SMP satu Atap 21 sekolah, SMP swasta ada 21
sekolah. Sedangkan untuk SMA Negeri 11 sekolah, SMK Negeri 3 sekolah dan SMA swasta ada 24 sekolah, SMK swasta ada 34. Bagi
siswa yang tidak diterima di SMP, SMA dan SMK Negeri bisa masuk ke dalam sekolah swasta.(Awg)

loading...
Click to comment
To Top