IAS Mohon Pemeriksaan Lanjut Usai Sidang Praperadilan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

IAS Mohon Pemeriksaan Lanjut Usai Sidang Praperadilan

JAKARTA- Mantan Wali Kota Makassar, llham Arief Sirajuddin memohon penjadwalan ulang agenda pemeriksaan kasus yang sedang membelitnya di KPK. Melalui kuasa hukumnya, Rudy Alfonso dan Robinson, Ilham memohon agar diberi keringanan pemeriksaan setelah proses praperadilan yang sedang begulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ilham pun tidak bisa memenuhi panggilan  pemeriksaan kasus dugaan korupsi instalasi pengolahan air PDAM Makassar, yang menjeratnya sebagai tersangka, di Kantor KPK, Senin, 29 Juni 2015.

“Harapan penjadwalan ulang ini kami sampaikan karena KPK sudah pernah memberlakukan hal serupa pada Budi Gunawan dan Suryadharma Ali,” kata Robinson.

Surat permohonan tersebut sudah disampaikan langsung kepada KPK, Senin 29 Juni 2015. Surat itu memohon kepada KPK agar pemeriksaan lanjutan bisa dilaksanakan setelah tanggal 9 Juli mendatang.

Dalam surat tersebut juga disampaikan dua pertimbangan lain permohonan penjadwalan ulang tersebut. Ilham saat ini masih melaksanakan umrah di tanah Suci bersama keluarga. Umrah yang sebenarnya sudah dijadwalkan sejak 2014 lalu. Ilham juga akan melakuka. general checkup di National University Hospital di Singapura pada tanggal 3 Juli 2015.

“Percayalah klien kami akan sangat kooperatif dengan KPK. Kami sama sekali tidak pernah mangkir. Panggilan klien pertama yang dianggap mangkir itu tanpa surat panggilan

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, membenarkan surat Ilham tersebut. “Ilham Arief tidak hadir, tadi pengacaranya menyerahkan surat. Dia minta penyidik untuk diperiksa setelah tanggal 9 Juli 2015 setelah praperadilan,” ujar Priharsa.

KPK harus mengulangi semua proses penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pelaksanaan kerjasama rehabilitasi dan transfer kelola air di PDAM Makassar dengan tersangka Ilham Arief Sirajuddin. Langkah ini dilakukan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan yang bersangkutan.

KPK akhirnya menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru atas nama mantan Wali Kota Makassar itu. Penyidikan perkara itu kini mengacu pada Sprindik tersebut.

Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Johan Budi, mengatakan perkara yang disangkakan kepada llham dalam Sprindik baru tersebut, masih sama seperti yang sebelumnya. Begitu pun pasal yang disangkakan kepada llham, yakni disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Selang beberapa waktu setelah KPK menerbitkan Sprindik baru terhadap llham Arief, dia juga kembali mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (hrm)

Click to comment
To Top