Jelang Lebaran, Satpol PP Salatiga Temukan Makanan Kadaluwarsa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Jelang Lebaran, Satpol PP Salatiga Temukan Makanan Kadaluwarsa

SALATIGA – Masyarakat harus berhati-hati saat berbelanja, terutama untuk keperluan selama Ramadhan dan Puasa. Karena ternyata banyak makanan yang sudah kadaluwarsa beredar dan masih tetap dijual.

Terbukti, saat Sapol PP Pemkot Salatiga menggelar razia, berbagai jenis makanan dan minuman kadaluwarsa ditemukan di sejumlah warung maupun toko. Razia digelar tim gabungan yang dikomandani Satpol PP Pemkot Salatiga, Senin (29/6).
Selain Satpol PP, melibatkan pula Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Disperindagkop UMKM. Razia ini akan digelar maraton selama empat hari dimulai Senin (29/6) hingga Kamis (2/7) mendatang.
Kepala Satpol PP Kota Salatiga, Kusumo Adji mengatakan, razia ini akan digelar selama empat mulai Senin (29/6) dengan wilayah sasaran warung, kios, toko makanan dan minuman serta pasar swalayan di sepanjang Jalan Jendral Sudirman Salatiga dan kawasan Pasar Raya Salatiga. Razia ini terbagi dalam tiga tim, masing-masing tim merazia sesuai dengan wilayahnya.
Dalam razia hari pertama itu berhasil disita, tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah makanan dan minuman kadaluwarsa, diantaranya di sebuah toko di Jalan Kemuning, Kalicacing, Salatiga. Barang yang diamankan adalah bahan roti, mie instan, saos, makanan dan minuman kaleng, aneka snack serta puding. Makanan dan minuman tersebut akhirnya diamankan di Kantor Satpol PP Pemkot Salatiga.
“Tujuan razia diantaranya agar membuat nyaman konsumen dalam berbelanja makanan dan minuman. Kepada para penjual makanan dan minuman kadaluwarsa yang kedapatan menjual barang tersebut, akan dipanggil Satpol PP dan diberikan pembinaan, yang selanjutnya tidak akan menjual barang yang sudah kadaluwarsa. Barang-barang yang terjaring razia selanjutnya akan dimusnahkan oleh Satpol PP bersama tim gabungan,” jelas Kusumo Adji kepada Rakyat Jateng, di sela-sela razia, Senin (29/6).
Ditambahkan, digelarnya razia ini agar ke depan para pedagang ataupun pemilik warung, toko, kios serta swalayan tidak lagi barang-barang tersebut. Jika tetap menjual barang kadaluwarso maka masyarakat yang akan dirugikan. (hes)

loading...
Click to comment
To Top