Jumlah Penduduk Jateng 32,3 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Jumlah Penduduk Jateng 32,3 Juta

KAJEN – Koalisi Kependudukan dan FAPSEDU (Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan) Kab. Pekalongan, Jawa Tengah, dikukuhkan, Senin (29/6). Pengukuhan 50 orang tersebut dilaksanakan di aula lantai 1 Setda Kab. Pekalongan oleh Ketua FAPSEDU Jateng, Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA dan Perwakilan Koalisi Kependudukan Jateng, Suwarno Widodo.

Sekretaris BPMPKB, Dra. Siti Masruroh, M.Si menyatakan bahwa tujuan pengukuhan diantaranya sebagai upaya meningkatkan peran serta tokoh agama dalam pembangunan keluarga sejahtera berdasarkan prinsip dan nilai agama yang dianut, memperkuat komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan penduduk dan keluarga sebagai sentral titik pembangunan serta menggerakkan dan memberdayakan masyarakat dalam upaya mengendalikan kuantitas penduduk.
Pada kesempatan ini Bupati Pekalongan, Drs. Amat Antono, M.Sidalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB (BPMPKB) Kab. Pekalongan, Drs. Yoyon Ustar H, M.Si berharap agar dalam menjalankan tugas dapat saling mendukung, berjalan beriringan atau bersinergi sehingga tercipta sebuah koalisi yang harmonis.
“Karena kondisi jumlah penduduk yang semakin meningkat jika tidak diimbangi oleh kualitas maka akan menimbulkan berbagai masalah, untuk itu diperlukan kepedulian bersama untuk meningkatkan kualitas penduduk,” terang Bupati.
Kepala BKKBN Prov. Jateng, Dra. Tjondrorini, M.Kes yang diwakili Kabid Pengendalian Kependudukan, Drs. Sambito, MSi dalam sambutannya menjelaskan perlunya dibentuk Koalisi Kependudukan dan FAPSEDU, antara lain karena di Jawa Tengah masih terdapat persoalan kependudukan seperti kuantitas dan kualitas penduduk. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan komitmen politis dan persamaan persepsi dari para stakeholders dan mitra kerja.
Sambito menerangkan jumlah penduduk di Jateng saat ini 32.382.657 jiwa, namun berdasarkan HDI tahun 2012 Jawa Tengah masih berada pada peringkat 15 dari 33 provinsi. Dengan kondisi tersebut menurutnya masih diperlukan peningkatan di bidang akses dan mutu pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan serta produktivitas. “Jumlah penduduk besar apabila berkualitas akan menjadi potensi sumber daya manusia yang luar biasa serta menjadi modal dasar pembangunan bangsa dan negara,” ujarnya. (asn)

loading...
Click to comment
To Top