Komisi III “Serang” Hakim Anna: Selama 28 Tahun Bertugas Pernahkan Disuap? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Komisi III “Serang” Hakim Anna: Selama 28 Tahun Bertugas Pernahkan Disuap?

JAKARTA – Maria Anna Samiyati Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah yang mencalonkan diri sebagai Hakim Agung dicecar oleh Anggota Komisi III DPR dalam fit and proper test yang diselenggarakan Senin (29/6).

Setelah memaparkan makalahnya, Anna sempat menyampaikan bahwa dalam setiap pengadilan yang dia pimpin, terpampang tulisan: Tidak Menerima Tamu yang Berkaitan dengan Perkara. “Itu untuk mendhindari mafia peradilan,” kata Anna, sebelum sesi tanya jawab dimulai.

Pernyataan tersebut membuat Wakil Ketua Komisi III Benny K Harman langsung mengajukan pertanyaan menggelitik, soal pernah tidaknya Anna digoda. “Saya jujur pernah, tapi saya tidak pernah ladeni,” jawab Anna.

Berikutnya Benny menanyakan langsung soal suap, tapi Anna mengaku belum pernah disuap secara langsung. “Disuap belum pernah. Tapi penawaran-penawaran lewat orang lain (pernah). Tapi kalau disuap belum pernah,” ujar Anna menjelaskan.

Pertanyaan Anna yang kurang tegas dipertajam oleh Anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, John Kenedy Aziz. “Waktu menjawab soal suap, wajah Ibu seperti berubah. Kita butuh hakim jujur, kita ingin memperdalam, apakah Ibu pernah dicoba disuap sama orang selama karir Ibu selama 28 tahun. Lalu apa yang Ibu lakukan pada orang itu?” tanya John Kenedy.

“Saya pernah dicoba suap, pernah. Saya menolak dengan tegas,” jawan Anna, lebih tegas.

Komisi III DPR mulai melakukan fit and proper test terhadap 6 calon Hakim Agung yang lolos dari seleksi Komisi Yudisial. Mereka adalah Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Surabaya Suhardjono.

Berikutnya Hakim tinggi PT Bandung Wahidin, Kepala Badan Pengawas MA Sunarto, Ketua PT Sulteng Maria Anna Samiyati, Wakil Ketua PT Agama Jambi Mukti Arto dan Hakim tinggi PTUN Surabaya Yosran. (fat/jpnn)

loading...
Click to comment
Ragam

Komisi III “Serang” Hakim Anna: Selama 28 Tahun Bertugas Pernahkan Disuap?

JAKARTA – Maria Anna Samiyati Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah yang mencalonkan diri sebagai Hakim Agung dicecar oleh Anggota Komisi III DPR dalam fit and proper test yang diselenggarakan Senin (29/6).

Setelah memaparkan makalahnya, Anna sempat menyampaikan bahwa dalam setiap pengadilan yang dia pimpin, terpampang tulisan: Tidak Menerima Tamu yang Berkaitan dengan Perkara. “Itu untuk mendhindari mafia peradilan,” kata Anna, sebelum sesi tanya jawab dimulai.

Pernyataan tersebut membuat Wakil Ketua Komisi III Benny K Harman langsung mengajukan pertanyaan menggelitik, soal pernah tidaknya Anna digoda. “Saya jujur pernah, tapi saya tidak pernah ladeni,” jawab Anna.

Berikutnya Benny menanyakan langsung soal suap, tapi Anna mengaku belum pernah disuap secara langsung. “Disuap belum pernah. Tapi penawaran-penawaran lewat orang lain (pernah). Tapi kalau disuap belum pernah,” ujar Anna menjelaskan.

Pertanyaan Anna yang kurang tegas dipertajam oleh Anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, John Kenedy Aziz. “Waktu menjawab soal suap, wajah Ibu seperti berubah. Kita butuh hakim jujur, kita ingin memperdalam, apakah Ibu pernah dicoba disuap sama orang selama karir Ibu selama 28 tahun. Lalu apa yang Ibu lakukan pada orang itu?” tanya John Kenedy.

“Saya pernah dicoba suap, pernah. Saya menolak dengan tegas,” jawan Anna, lebih tegas.

Komisi III DPR mulai melakukan fit and proper test terhadap 6 calon Hakim Agung yang lolos dari seleksi Komisi Yudisial. Mereka adalah Hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Surabaya Suhardjono.

Berikutnya Hakim tinggi PT Bandung Wahidin, Kepala Badan Pengawas MA Sunarto, Ketua PT Sulteng Maria Anna Samiyati, Wakil Ketua PT Agama Jambi Mukti Arto dan Hakim tinggi PTUN Surabaya Yosran. (fat/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top