Menang di MA, Yayasan Baiturrahman Ambil Alih Dua Sekolah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Menang di MA, Yayasan Baiturrahman Ambil Alih Dua Sekolah

FAJARONLINE, MAKASSAR – Sekolah Bustanul Athfal dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Attaqwa Panaikang kembali ke naungan Yayasan Masjid Baiturrahman setelah enam tahun beroperasi. Hal itu setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali atas putusan MA nomor 1099 K/PDT/2010.

Sebelumnya, kedua sekolah yang terletak di kompleks Masjid Baiturrahman itu dikuasai Yayasan Nurul Islam Attaqwa. Yayasan itu didirikan Amir Anas, anak kandung almarhum HM Anas Mallo, mantan kepala kedua sekolah itu. Amir mengklaim, sekolah tersebut milik orang tuanya. “Lewat pelbagai upaya hukum, Amir Anas telah enam tahun mengklaim sekolah sebagai warisan ayahnya. Padahal sekolah itu berdiri di bawah naungan Yayasan Masjid Baiturrahman bekerja sama kantor pajak,” ujar Ketua Yayasan Masjid Baiturrahman, Anwar didampingi sekretarisnya, HM Darul Aqsa.

Kini, Yayasan Masjid Baiturrahman, bakal mengambil alih kembali pengelolaan sekolah yang berdiri sejak 1972 tersebut. Kuasa hukum Yayasan Baiturrahman, Hamim Naiem telah melayangkan permohonan eksekusi kepada Pengadilan Negeri Makassar. “Setelah dikabulkannya permohonan ini, kami berharap pengadilan segera melaksanakan putusan tersebut,” kata Hamim.

Dengan kembalinya kedua sekolah itu, pengurus masjid berencana mengembalikan eksistensi sekolah menjadi lebih baik, dan meningkatkan nilai akreditasinya. Terlebih, usia sekolah yang telah cukup lama dan lokasinya yang sangat strategis. (ris)

Click to comment
Makassar

Menang di MA, Yayasan Baiturrahman Ambil Alih Dua Sekolah

FAJARONLINE, MAKASSAR – Sekolah Bustanul Athfal dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Attaqwa Panaikang kembali ke naungan Yayasan Masjid Baiturrahman setelah enam tahun beroperasi. Hal itu setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali atas putusan MA nomor 1099 K/PDT/2010.

Sebelumnya, kedua sekolah yang terletak di kompleks Masjid Baiturrahman itu dikuasai Yayasan Nurul Islam Attaqwa. Yayasan itu didirikan Amir Anas, anak kandung almarhum HM Anas Mallo, mantan kepala kedua sekolah itu. Amir mengklaim, sekolah tersebut milik orang tuanya. “Lewat pelbagai upaya hukum, Amir Anas telah enam tahun mengklaim sekolah sebagai warisan ayahnya. Padahal sekolah itu berdiri di bawah naungan Yayasan Masjid Baiturrahman bekerja sama kantor pajak,” ujar Ketua Yayasan Masjid Baiturrahman, Anwar didampingi sekretarisnya, HM Darul Aqsa.

Kini, Yayasan Masjid Baiturrahman, bakal mengambil alih kembali pengelolaan sekolah yang berdiri sejak 1972 tersebut. Kuasa hukum Yayasan Baiturrahman, Hamim Naiem telah melayangkan permohonan eksekusi kepada Pengadilan Negeri Makassar. “Setelah dikabulkannya permohonan ini, kami berharap pengadilan segera melaksanakan putusan tersebut,” kata Hamim.

Dengan kembalinya kedua sekolah itu, pengurus masjid berencana mengembalikan eksistensi sekolah menjadi lebih baik, dan meningkatkan nilai akreditasinya. Terlebih, usia sekolah yang telah cukup lama dan lokasinya yang sangat strategis. (ris)

Click to comment
To Top