RT Hingga Sekda, Ikuti Hendi Tarling – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

RT Hingga Sekda, Ikuti Hendi Tarling

SEMARANG, RAJA – Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk menjalin silaturahmi dengan warganya selama bulan suci Ramadhan, Walikota Semarang Hendar Prihadi memiliki agenda shalat Tarawih Keliling (Tarling).

Selain bersilaturahmi, kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan ini juga untuk mendengar langsung permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

Kegiatan shalat Isya dan tarawih berjamaah tersebut diikuti jamaah dari Kecamatan Semarang Selatan, Ngaliyan dan Mijen. Turut hadir, dari lurah, camat, kepala UPTD, jajaran Kepala SKPD Kota Semarang serta Sekda Kota Semarang dan para Muspika. “Kegiatan tarling ini, selain untuk menjalin ukhuwah islamiah juga merupakan wujud ketaatan menjalankan ibadah bulan Ramadhan. Di bulan yang spesial ini berbagai amalan positif akan diberikan pahala berlipat ganda, termasuk dalam amalan positif tersebut adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Semarang,” ungkap Hendi sapaan akrab Hendar Prihadi dalam sambutannya saat melaksanakan kegiatan tarawih keliling di Rumah Dinas Jl. Abdurahman Saleh No. 166 Semarang, Sabtu (27/6) malam.

Ukhuwah yang terjalin melalui kegiatan tarawih keliling ini, menurutnya, juga merupakan wujud komitmen dalam menciptakan kekompakan, keguyuban dalam membangun Kota Semarang. “Dimana dengan guyub rukun tersebut, berbagai permasalahan yang ada di Kota Semarang semakin mudah terselesaikan. Dengan modal kebersamaan inilah, Kota Semarang yang memiliki berbagai potensi termasuk kondisi alam maupun budaya akan semakin unggul dan hebat,” jelasnya.

Sementara itu, Drs. KH. Abdul Hamid Suyuti dalam tausiahnya menyampaikan, bahwa bulan Ramadhan menurut Rasulullah Muhammad SAW dibagi menjadi tiga bagian.

Yakni, pada 10 hari pertama adalah rahmat, dimana banyak sekali rahmat yang diturunkan Allah kepada kita. Kemudian, 10 hari kedua di Bulan Ramadhan adalah maghfirah, dimana dosa-dosa akan diampuni oleh Allah bila hambanya bertaubat.

Terakhir, di sepuluh hari ketiga bulan Ramadhan adalah penghindaran diri dari siksa api neraka atau ‘itkum minannar’atau kebebasan dari api neraka. Pada sepuluh hari akhir inilah, kata dia, manusia diberi kesempatan untuk mensucikan diri dan memperbanyak doa agar senantiasa dihindarkan dari api neraka. “Oleh karenanya, perbanyak berdoa dan beribadah kepada Allah agar setiap hari kita berada di dalam rahmatNya. Selain itu, perbanyak juga sholat malam, berdoa, dzikir, serta bermuhasabah diri atau bertaubat nasuha,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk meningkatkan amalan dan tidak menyia-nyiakan bulan Ramadhan. “Mari isi ramadhan dengan amalan wajib maupun sunah terus-menerus dan istiqomah, sehingga kita menjadi pemenang dan masuk dalam golongan orang bertaqwa pada Idul Fitri nanti,” tutup Abdul Hamid mengakhiri tausiahnya.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan pula bantuan untuk delapan KK. Mereka adalah para korban bencana tanah longsor di Kelurahan Kalipancur/Kecamatan Ngaliyan dan Kelurahan Randusari/Kecamatan Semarang Selatan.

Selain itu, diserahkan juga bantuan kepada keluarga korban rumah roboh di Kelurahan Lamper Tengah/Kecamatan Semarang Selatan. Walikota Semarang menyerahkan langsung bantuan berupa uang tali asih tersebut kepada para korban didampingi Kepala BPBD Kota Semarang. (Art)

Click to comment
To Top