Ternyata Setelah Ketahuan Pakai Narkoba, Rio Langsung Dipecat 8 Hari Kemudian – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ternyata Setelah Ketahuan Pakai Narkoba, Rio Langsung Dipecat 8 Hari Kemudian

MAKASSAR- Sikap tegas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang memberhentikan  legislator Senayan Andi Rio Padjalangi sebagai anggota Golkar sekaligus mencabut segala hak kepartaiannya memang baru terendus media, Sabtu 28 Juni 2015. Ternyata, surat pemberhentian Rio sudah diteken Aburizal Bakrie sejak 15 Mei 2015.

Hal tersebut tertuang dalam surat keputusan DPP Golkar benomor: KEP-31/DPP/GOLKAR/V/2015. Surat yang diteken Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen DPP Golkar Idrus Marham itu memutuskan dua hal. Memberhentikan Rio sebagai anggota Golkar dan mencabut segala hak dan kewajibannya sebagai anggota Golkar.

Surat pemberhentian tersebut menimbang beberapa hal diantaranya, terjaringnya Rio Padjalangi dalam razia narkoba di Studio 33 Makassar pada 7 Mei telah merusak citra partai Golkar. “Itu merugikan Golkar.”

 

Andi Rio digerebek bersama beberapa pria dan wanita. Lalu dilakukan tes urine dalam penggerebekan tersebut.

Selain terjaring dalam razia BNN tersebut,  DPP menganggap Andi Rio juga melanggar karena terlibat dalam penyerangan ruang fraksi partai Golkar di DPR RI, 30 Maret 2015.

 

Akibat penyerangan tersebut, kinerja fraksi partai Golkar sempat terganggu. Keterlibatan tersebut membuktikan Rio sebagai anggota DPR RI ikut mencoreng wajah partai sendiri.

Surat pemberhentian tersebut sudah disampaikan DPP Golkar kepada DPD I Partai Golkar Sulsel dan yang bersangkutan.

“Suratnya untuk DPD I Golkar Sulsel memang saya yang antarkan. Saya sudah serahkan surat itu ke sekretariat. Apakah sudah dibaca atau belum oleh Ketua Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo saya sama sekali belum tahu,” tegas Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel Arfandi Idris di Makassar, beberapa waktu lalu.  (hrm)

 

Click to comment
Ragam

Ternyata Setelah Ketahuan Pakai Narkoba, Rio Langsung Dipecat 8 Hari Kemudian

MAKASSAR- Sikap tegas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang memberhentikan  legislator Senayan Andi Rio Padjalangi sebagai anggota Golkar sekaligus mencabut segala hak kepartaiannya memang baru terendus media, Sabtu 28 Juni 2015. Ternyata, surat pemberhentian Rio sudah diteken Aburizal Bakrie sejak 15 Mei 2015.

Hal tersebut tertuang dalam surat keputusan DPP Golkar benomor: KEP-31/DPP/GOLKAR/V/2015. Surat yang diteken Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen DPP Golkar Idrus Marham itu memutuskan dua hal. Memberhentikan Rio sebagai anggota Golkar dan mencabut segala hak dan kewajibannya sebagai anggota Golkar.

Surat pemberhentian tersebut menimbang beberapa hal diantaranya, terjaringnya Rio Padjalangi dalam razia narkoba di Studio 33 Makassar pada 7 Mei telah merusak citra partai Golkar. “Itu merugikan Golkar.”

 

Andi Rio digerebek bersama beberapa pria dan wanita. Lalu dilakukan tes urine dalam penggerebekan tersebut.

Selain terjaring dalam razia BNN tersebut,  DPP menganggap Andi Rio juga melanggar karena terlibat dalam penyerangan ruang fraksi partai Golkar di DPR RI, 30 Maret 2015.

 

Akibat penyerangan tersebut, kinerja fraksi partai Golkar sempat terganggu. Keterlibatan tersebut membuktikan Rio sebagai anggota DPR RI ikut mencoreng wajah partai sendiri.

Surat pemberhentian tersebut sudah disampaikan DPP Golkar kepada DPD I Partai Golkar Sulsel dan yang bersangkutan.

“Suratnya untuk DPD I Golkar Sulsel memang saya yang antarkan. Saya sudah serahkan surat itu ke sekretariat. Apakah sudah dibaca atau belum oleh Ketua Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo saya sama sekali belum tahu,” tegas Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel Arfandi Idris di Makassar, beberapa waktu lalu.  (hrm)

 

Click to comment
To Top