Tidak ada dalam MoU – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Tidak ada dalam MoU

FAJARONLINE, MAKASSAR — Sebelumnya, pusat bisnis ini tidak ada dalam MoU, entah mengapa tiiba-tiba PT Asindo berinisiatif membangun pusat bisnis. Menurutnya, mereka akan membangun pusat perbelanjaan, perumahan dan perhotelan. Demikian dijelaskan Wahab Tahir lebh lanjut.

Proyek ini telah disetujui sejak 2011 lalu dengan permohonan yang sangat menarik sehingga disetujui oleh pihak DPRD Makassar periode sebelumnya. Mereka akan memindahkan semua pusat energi yang terlentak di Jalan Setando, karena disana dianggap kawasan padat penduduk sehingga rawan untuk terbakar.

“Awalnya kita sangat setuju dengan niaat awalanya. Makanya kami memberikan izin untuk reklamasi di lokasi tersebut. Pada saat itu, pihak pengembang ingin memindahkan instalasi bahan bakar yang terletak di Jalan Satando,” ucapnya.

Pihaknya juga mengaku akan memperjelas nilai mega proyek ini. Karena sebelumnya hanya berkisar Rp2,3 triliun namun setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) muncul lagi isu proyek ini bernilai Rp7 triliun. “Maka dari itu kita ingin dengar langsung bahkan kami sudah mengundang secara tertulis semua komisaris atau direkturnya, tapi tidak pernah muncul,” sesalnya.

Ia juga menyebut, dibalik proyek energi itu ada keterlibatan oknum yang selalu melakukan reklamasi di pesisir pantai di makassar. ” Penelusuran kami belum rampung, hanya data yang kami temukan ada kerja sama dengan pemain-pemain lama yang sering melakukan penimbunan,” sebutnya.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi A DPRD lainnya Abdi Asmara. Ketua Fraksi Demokrat ini juga menilai bahwa PT Asindo Energy Indonesia telah melakukan penguasaan lahan. Pasalnya reklamasi yang teletak di muara sungai tallo ini sejak 2011 lalu hanya menguasai lahan tanpa ada aktivitas. “Tidak jelas aktivitasnya, makanya kita juga mencurigai ada dugaan mafia lahan yang beraksi di sana,” tegasnya. (taq/wik)

loading...
Click to comment
Makassar

Tidak ada dalam MoU

FAJARONLINE, MAKASSAR — Sebelumnya, pusat bisnis ini tidak ada dalam MoU, entah mengapa tiiba-tiba PT Asindo berinisiatif membangun pusat bisnis. Menurutnya, mereka akan membangun pusat perbelanjaan, perumahan dan perhotelan. Demikian dijelaskan Wahab Tahir lebh lanjut.

Proyek ini telah disetujui sejak 2011 lalu dengan permohonan yang sangat menarik sehingga disetujui oleh pihak DPRD Makassar periode sebelumnya. Mereka akan memindahkan semua pusat energi yang terlentak di Jalan Setando, karena disana dianggap kawasan padat penduduk sehingga rawan untuk terbakar.

“Awalnya kita sangat setuju dengan niaat awalanya. Makanya kami memberikan izin untuk reklamasi di lokasi tersebut. Pada saat itu, pihak pengembang ingin memindahkan instalasi bahan bakar yang terletak di Jalan Satando,” ucapnya.

Pihaknya juga mengaku akan memperjelas nilai mega proyek ini. Karena sebelumnya hanya berkisar Rp2,3 triliun namun setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) muncul lagi isu proyek ini bernilai Rp7 triliun. “Maka dari itu kita ingin dengar langsung bahkan kami sudah mengundang secara tertulis semua komisaris atau direkturnya, tapi tidak pernah muncul,” sesalnya.

Ia juga menyebut, dibalik proyek energi itu ada keterlibatan oknum yang selalu melakukan reklamasi di pesisir pantai di makassar. ” Penelusuran kami belum rampung, hanya data yang kami temukan ada kerja sama dengan pemain-pemain lama yang sering melakukan penimbunan,” sebutnya.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi A DPRD lainnya Abdi Asmara. Ketua Fraksi Demokrat ini juga menilai bahwa PT Asindo Energy Indonesia telah melakukan penguasaan lahan. Pasalnya reklamasi yang teletak di muara sungai tallo ini sejak 2011 lalu hanya menguasai lahan tanpa ada aktivitas. “Tidak jelas aktivitasnya, makanya kita juga mencurigai ada dugaan mafia lahan yang beraksi di sana,” tegasnya. (taq/wik)

loading...
Click to comment
To Top