Bandara Barlingmascabo Kembali Tertunda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Bandara Barlingmascabo Kembali Tertunda

BANYUMAS, RAJA – Keinginan lima kabupaten se-eks Karasidenan Banyumas memiliki bandara komersial yang representative rupanya tidak akan segera terealisasi. Pasalnya, pangkalan udara milik TNI Angkatan Udara di Wirasaba yang digadang-gadang akan dialihfungsikan menjadi bandara komersial, terancam tidak memperoleh ijin.

Pengalihan status dari pangkalan udara TNI AU menjadi bandara komersial membutuhkan perizinan yang terlalu rumit dan butuh waktu lama. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah dalam keterangan resmi Jum’at pekan lalu (26/6).

Namun demikian Gubernur Jawa Tengah tetap berkeinginan memiliki bandara komersial di wilayah Barlingmascabo ini (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Wonosono) ini.

Pemprov Jawa Tengah mengatakan usulan Bandara Wirasaba menjadi bandara komersial sudah lama diajukan, namun hingga kini tidak pernah selesai. Karenanya perlu ada rencana B (Plan B), dimana plan ini sudah siap dikerjakan. Kendala utama pengalihan status Bandara Wirasaba sebagaimana dikatakan Ganjar Pranowo adalah soal jarak dan pola kerjasama milik instansi militer yang membutuhkan aturan khusus dan lama. “Nah kita mau cari yang cepat ya kita bangun sendiri. Mesti ada alternatif yang kedua,” kata Ganjar Pranowo.

Realisasi plan B ini harus mendapat persetujuan dan kesepakatan dari lima pemerintah daerah yakni Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Cilacap. Setelah itu, lanjutnya, baru akan dilakukan percepatan dengan melakukan lobi ke Kementerian Perhubungan di Jakarta. Pasalnya, alokasi anggaran yang disediakan oleh pemerintah pusat justru untuk pengembangan Bandara Tunggul Wulung Cilacap.

Sementara itu Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan konsep pembangunan bandara baru masih tetap akan dibangun di Purbalingga. “Pembangunan bandara baru nanti akan dibangun seluas 50 hektare. Sekarang sudah ada proposalnya. Secara teknis juga tidak ada masalah,” ujar Husein saat pemaparan konsep bandara aternatif.

Bandara alternatif itu akan dibangun di Desa Karangcengis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, daerah yang ada di sebelah timur laut Wirasaba. Bupati Purbalingga Sukento mengatakan Karangcengis sebagai daerah paling landai di Purbalingga. Husein memprediksi pembebasan lahan serta pembangunan konstruksi bandara akan selesai dalam 24 bulan, dengan alokasi anggaran bandara itu menelan anggaran Rp324 miliar, dimana di dalamnya Rp90 miliar adalah untuk pembebasan lahan. (MB)

loading...
Click to comment
To Top