Edan! Dosen ini Tega Perkosa Dua Anak Kembarnya Sekaligus. Alasannya untuk Obati Diabetes – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Edan! Dosen ini Tega Perkosa Dua Anak Kembarnya Sekaligus. Alasannya untuk Obati Diabetes

SANGATTA – Kelakuan Andi Sakariansyah memang bejat. Pria 55 tahun yang juga dosen salah satu universitas terkemuka di Bontang itu akhirnya mengaku mencabuli anak bekas kliennya sendiri, sebut saja Bunga, 13.

Tak hanya itu saja. Dari pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kutim, tersangka juga mencabuli dua anak kandungnya, sebut saja Melati, 13, dan Mawar, 13, yang terlahir kembar.

Dari hasil pemeriksaan polisi, tersangka berdalih aksi tersebut dilakukan untuk mengobati penyakit diabetes yang dideritanya. Padahal, aksi tersebut ternyata hanya tipu muslihat tersangka untuk memuaskan nafsu berahinya.

Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko mengatakan, dari pemeriksaan terhadap korban, terungkap bahwa tersangka memang telah melakukan tindakan pencabulan berulang kali. Bahkan, aksi itu dilakukan setiap kali Bunga datang menginap di rumah tersangka.

“Korban (Bunga, Red.) dan anak tersangka ini kan teman. Jadi setiap kali korban datang menginap di rumah tersangka, selalu dicabuli. Terakhir dilakukannya pada 28 dan 29 Juni lalu saat menjelang Subuh,” kata Anang, didampingi Kasat Reskrim AKP Danang Setya Pambudi dalam keterangan resmi, Selasa (30/6) kemarin.

Dalam melancarkan aksinya kepada Bunga, tersangka menjanjikan akan membelikan telepon genggam baru dan akan mengajaknya jalan-jalan ke Samarinda membeli pakaian Lebaran. Selain itu tersangka juga berdalih, dengan mendapatkan cairan bening yang berasal dari kemaluan korban, dapat mengobati penyakit diabetesnya. Cairan itu nantinya akan dibacakan doa-doa terlebih dahulu. Baru setelah itu akan digunakan untuk mengobati penyakit tersangka.

“Selama ini, tersangka katanya sering memasukan jarinya ke kelamin korban. Selain itu, payudara korban juga sering diremas-remas. Itu dilakukan tersangka saat korban menginap di rumahnya,” bebernya.

Sementara untuk dua putri korban, kata dia, jauh sebelumnya juga sudah dicabuli oleh tersangka. Aksi tersebut dengan mudah dilakukan tersangka lantaran mereka hanya tinggal bertiga setelah istrinya meninggal beberapa tahun lalu. [NEXT-FAJAR]

“Tersangka ini sudah lama di tinggal mati oleh istrinya. Kebutuhan hasrat seksual yang tinggi membuatnya sampai nekat melakukan itu. Kepada korban Bunga, untuk menutupi aksinya, tersangka meminta untuk tutup mulut dan hanya menjadi rahasia mereka saja.  Begitu juga dengan dua anak kandungnya. Makanya, kami masih terus mendalami keterangan ketiga korban,” ungkap Rina.

Untuk memulihkan trauma para korban, lanjut dia, Polres bersama Dinas Sosial (Dissos) dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kutim sudah memberikan penanganan khusus. Untuk sementara, korban pun diinapkan di salah satu hotel di Sangatta.

“Hasil penyelidikan sementara ini, ketiga korban positif menjadi korban pencabulan. Tapi apakah ada tindak asusila lainnya seperti pemerkosaan, kami masih menunggu hasil visum dari tim dokter RSUD Kudunggu sore hari ini (kemarin, Red.),” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, tersangka masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka disangka melanggar Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya pidana kurungan penjara minimal 5 tahun.

Diberitakan sebelumnya, Andi yang juga pengacara itu diamankan anggota Polsubsektor Teluk Pandan lantaran kepergok mencabuli Bunga. Korban bersama ibunya–sebut saja SA–melapor ke Polsubsektor Teluk Pandan.

Tak hanya melaporkan pelaku ke polisi, ibu korban yang kesal sempat melayangkan bogem mentah ke wajah pelaku. Akibatnya, pelaku sempat tumbang dan dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang, sebelum akhirnya dikirim ke Polres Kutim.

Informasi yang dihimpun, Jumat sekira pukul 04.00 Wita usai sahur, tersangka berdalih akan mengobati korban yang katanya keputihan. Setelah itu, korban disuruh menanggalkan pakaiannya. Kemudian, dengan menggunakan hand body lotion, pelaku mengelus-elus kemaluan korban. Pelaku berdalih mengambil lendir korban untuk obat.

Korban yang merasa dipaksa dan tidak terima dengan kejadian itu lantas berkirim pesan singkat kepada ibunya. Sang ibu pun langsung mendatangi rumah pelaku. Dia pun melihat korban yang telanjang bulat, satu kamar dengan pelaku yang hanya mengenakan sarung dan meraba kemaluan korban.
Tanpa ba-bi-bu, bogem mentah pun melayang. Pelaku yang terkena diabetes sejak 2005 lalu tumbang dengan bibir dan hidung berdarah.

Selanjutnya, korban dan ibunya melapor ke Polsubsektor Teluk Pandan. Dari pengakuan korban, ternyata kejadian itu bukanlah yang pertama. Korban yang masih SMP itu mengaku sudah pernah dilecehkan sebelumnya.

Kabarnya, pelaku pernah menjadi pengacara orang tua korban. Karena sudah saling kenal, makanya orang tua korban merasa tidak khawatir jika anaknya pergi ke rumah pelaku. Beberapa saat kemudian, giliran pelaku yang melaporkan ibu korban atas kasus pemukulan. (aj/*/drh/gun)

loading...
Click to comment
To Top