DPP Nasdem Perintahkan Kader Tidak Mendua – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

DPP Nasdem Perintahkan Kader Tidak Mendua

FAJARONLINE, MAKASSAR – Menanggapi polemik kader terkait rekomendasi calon kepala daerah usungan Nasdem di Sulsel, DPP mengeluarkan sikap tegas. Melalui Ketua Bappilu DPP Nasdem yang juga Ketua Tim Tujuh Pilkada DPP, Enggartiasto Lukito menyampaikan tiga perintah partai bagi seluruh kader Nasdem di Sulsel masing-masing tidak diperkenakan siapapun anggota partai mencalonkan diri sebagai bupati atau wakil bupati mengendarai partai lain. Selanjutnya, dilarang struktur dan anggota partai menjadi tim sukses calon lain. “Ketiga, wajib bekerja menyukseskan pasangan yang telah ditetapkan partai. Tidak boleh ada yang mendua. Kalau diam saja (tidak bekerja, red) kami akan diamkan juga,” ujar  Enggar di sela-sela penyerahan rekomendasi usungan Nasdem untuk 10 daerah di Hotel Grand Clarion, sore tadi, Rabu 1 Juli.

Dia menyampaikan, boleh saja pengurus atau kader partai lain melanggar tiga ketentuan di atas. Namun konsekuensinya tegas akan dikeluarkan dari partai. Sikap tegas Nasdem yang terkesan kejam itu  menurut dia,  sebagai upaya sikap kader tidak liar. Termasuk upaya mereka mengahadirkan pemerintahan yang baik. Salah satunya, melalui proses yang tanpa sepersenpun meminta biaya kepada calon bupati yang akan diusung. Begitupun saat pengusungan pileg lalu.

Maka setiap bupati tidak punya beban mengembalikan mahar atau biaya yang dikeluarkan dalam proses perekrutan. “Tapi kami minta, bupati Nasdem menjadi kepala daerah yang hanya mengurus, mengatur, dan memperbaiki masyarakatnya,” beber Enggar.

Terpisah, Plt Ketua DPW Nasdem Sulsel, Luthfi A Mutty mengatakan rekomendasi yang diberikan minus pilkada Lutim itu masih bisa berubah.

Terutama bagi mereka yang tidak bisa mencukupkan koalisi partai atau kepada kosong satu yang akan turun menjadi kosong dua, atau sebaliknya bila surveinya tidak menunjukkan tren membaik. Namun dia menegaskan kemungkinan itu kecil, kecuali bila paslon tersebut tidak bekerja kedepan. “Bagi yang belum memiliki pasangan, kita beri kesempatan sampai sebelum tanggal 26 Juli saat pendaftaran ke KPU,” kata Luthfi.

Dari 10 daerah tersebut, empat di antaranya diumumkan tanpa pasangan wakil bupati yakni Nurhasan (Maros), Zadrak Tombeng (Tana Toraja), Lutfi Halide (Soppeng), dan Indah Putri Indriani (Lutra). (nur)

loading...
Click to comment
To Top