Grobogan Kekurangan Air Bersih – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Grobogan Kekurangan Air Bersih

GROBOGAN – Kabupaten Grobogan adalah kabupaten terluas kedua se-Jawa Tengah setelah Kabupaten Cilacap. Dengan jumlah penduduk kurang lebih satu juta jiwa ini rata-rata bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga tak heran jika Grobogan terkenal dengan kabupaten penopang pangan Nasional.
Namun di balik keberhasilannya sebagai penopang pangan Nasional tidak dibarengi dengan kondisi alam yang ada. Terbukti puluhan ribu warga di Kabupaten Grobogan saat ini mengalami kekurangan ai bersih. Hampir seluruh sumber air seperti sumur gali, embung dan sungai mulai mengering.
Banyak warga terpaksa membuat belik (sumur gali di dasar sungai kering) untuk memperoleh air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan tidak sedikit yang harus keluar desa atau pinggir hutan mencari sumber air bersih.
Seperti yang diungkapkan oleh Andi warga Desa Wirosari, Kecamatan Wirosari, bahwa saat ini banyak warga yang kurang mampu kekurangan air bersih. Namun lain halnya dengan warga yang mampu mereka bisa membeli air bersih seharga Rp 140 ribu per tengki dengan kapasitas 4.000 liter, jelasnya kemarin.
Sementara itu berkaitan dengan sulitnya air bersih, Pemkab Grobogan melalui Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) melakukan droping air bersih di 18 desa yang tersebar di 7 kecamatan. Droping air dilakukan secara simbolis dengan mengibarkan bendera star oleh Wakil bupati (Wabup) Grobogan H.Icek Baskoro, SH di halaman Setda Jalan Gatot Subroto Purwodadi.
Dalam acara tersebut dihadiri Kapolres AKBP Indra Darmawan Iriyanto, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Jaelan, Kepala BPBD Agus Sulaksono, Direktur PDAM Ady Setyawan dan para Asisten Setda.
Dalam kesempatan itu wabup mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk, sudah ada 80 desa tersebar di 12 kecamatan yang mengalami kekeringan. Untuk sementara yang sudah dilakukan droping air bersih ada 18 desa, ujarnya
Di sisi lain Kepala BPBD Agus Sulaksono menambahkan, ke-12 kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut adalah Tawangharjo, Wirosari, Ngaringan, Gabus, Kradenan, Pulokulon, Toroh, Geyer, Karangrayung, Grobogan, Kedungjati dan Kecamatan Tanggungharjo.
“Hanya 7 kecamatan yang masih relatif aman bencana kekeringan, yaitu Purwodadi, Godong, Brati, Penawangan, Tegowanu dan Klambu,” imbuhnya.
Guna melayani droping air bersih di 80 desa yang mengalami kekeringan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan PDAM. “Kami hanya mempunyai satu unit armada tangki air. Sedangkan PDAM menyiapkan 7 unit armada. Karena terbatasnya armada, pengedropan air bersih dilakukan secara gilir. Setiap armada paling tidak bisa mengedrop air bersih tiga kali,” paparnya.(Awg)

loading...
Click to comment
To Top