Produksi Padi 2015 Tertinggi dalam 10 Tahun Ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Produksi Padi 2015 Tertinggi dalam 10 Tahun Ini

JAKARTA-Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin telah mengumumkan Angka Ramalan I Tahun 2015 atau dikenal ARAM I Rabu pagi tadi. Statistik produksi tanaman pangan yang disajikan dalam Berita Resmi Statistik (BRS) tersebut terdiri dari luas panen, produktivitas, dan angka produksi untuk komoditas padi, jagung, dan kedelai.

Angka produksi tanaman pangan yang dirilis tahun 2015 tsb disajikan dengan 4 status angka berbeda yaitu Angka Sementara (ASEM) 2014, Angka Tetap (ATAP) 2014, angka Ramalan (ARAM I) 2015 dan angka Ramalan II (Aram II) 2015. ASEM 2014 merupakan realisasi produksi selama satu tahun (Januari-Desember 2014), tetapi belum final karena mengantisipasi kelengkapan laporan, katanya.

Suryamin menerangkan, ATAP 2014 adalah realisasi produksi selama satu tahun (Januari-Desember 2014 dan merupakan angka final. Aram I 2015 terdiri dari realisasi produksi Januari – April dan angka ramalan Mei-Desember tahun 2014 berdasarkan keadaan luas tanaman akhir April 2015. Sedangkan ARAM II 2015 terdiri dari realisasi produksi Januari – Agustus dan angka ramalan September – Desember tahun 2015 berdasarkan keadaan luas tanaman akhir Agustus 2015, paparnya.

Lebih lanjut Suryamin mengatakan bahwa padi, jagung dan kedelai pada tahun ini mengalami kenaikan secara bersamaan.

Untuk produksi  padi  tahun  2014  sebanyak  70,85  juta  ton  gabah  kering  giling  (GKG)  atau  mengalami penurunan sebanyak 0,43 juta ton (0,61 persen) dibandingkan tahun 2013.

Produksi  padi  tahun  2015  diperkirakan  sebanyak  75,55  juta  ton  GKG  atau  mengalami  kenaikan sebanyak 4,70 juta ton (6,64 persen) dibandingkan tahun 2014. Kenaikan produksi padi tahun 2015 diperkirakan terjadi di Pulau Jawa sebanyak 1,83 juta ton dan di luar Pulau Jawa sebanyak 2,88 juta ton. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 0,51 juta hektar (3,71 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 1,45 kuintal/hektar (2,82 persen).

Adapun perkiraan   kenaikan   produksi   padi  tahun   2015  yang  relatif  besar  terdapat   di  Provinsi  Jawa Tengah,   Lampung,   Sumatera    Selatan,   Jawa  Timur,   dan   Jawa  Barat.   Sementara    itu,   perkiraan penurunan produksi  padi tahun  2015 yang relatif besar terdapat  di Provinsi  DI Yogyakarta,  Gorontalo, dan DKI Jakarta, terangnya

Sementara Produksi jagung tahun 2014 sebanyak 19,01 juta ton pipilan kering atau meningkat sebanyak 0,50 juta ton (2,68 persen) dibandingkan tahun 2013.

Produksi  jagung  tahun  2015 diperkirakan  sebanyak  20,67  juta ton pipilan kering  atau  mengalami kenaikan sebanyak 1,66 juta ton (8,72 persen) dibandingkan tahun 2014. Peningkatan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 160,48 ribu hektar (4,18 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 2,16 kuintal/hektar (4,36 persen).

“Disisi lain produksi kedelai yang selama ini selalu disangsikan kebanyakan orang utuk kenaikan produksinya juga mengalami kenaikan, produksi kedelai tahun 2014 sebanyak 955,00 ribu ton biji kering atau meningkat sebanyak 175,01 ribu ton (22,44 persen) dibandingkan tahun 2013.” Katanya.

Adapun, produksi  kedelai  tahun  2015  diperkirakan  sebanyak  998,87  ribu  ton  biji  kering  atau  meningkat sebanyak 43,87 ribu ton (4,59 persen) dibandingkan tahun 2014. Peningkatan produksi kedelai diperkirakan  terjadi  karena  kenaikan  luas  panen  seluas  24,67  ribu  hektar  (4,01  persen)  dan peningkatan produktivitas sebesar  0,09 kuintal/hektar (0,58 persen).

Diakhir penyampaian siaran persnya Kepala BPS, mengharapkan agar para konsumen data perlu mencermati status  angka tersebut dalam  penggunaannya, baik untuk evaluasi/monitoring  maupunperencanaan, dan diharapkan konsumen data selalu mengacu  pada hasil perhitungan dengan status  angka yang dirilis terakhir. (fmc)

Click to comment
To Top