Serka Sutrisno Dimakamkan di Boyolali – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Serka Sutrisno Dimakamkan di Boyolali

BOYOLALI – Jenazah Sersan Kepala Sutrisno (31) salah satu korban kecelakaan jatuhnya pesawat Hercules C130 milik TNI AU di Medan, dijadwalkan tiba di Bandara Adi Sumarmo Boyolali, Jawa Tengah, Rabu petang ini.

Menurut Komandan Lanud Adi Soemarmo Kolonel Penerbang Hendrikus Haris Haryanto melalui Kepala Penerangan dan Perpustakaan Kapten (Sus) Rindar Noor Arifianto, jika sesuai rencana jenazah Serka Sutrisno salah satu korban kecelakaan Hercules C130 itu tiba di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, sekitar pukul 16.00 WIB.
“Namun, jadwal itu, masih bisa berubahan waktunya hingga informasi lebih lanjut,” kata Rindar Noor Arifianto.
Menurut Rindar Noor Arifianto, almarhum Serka Sutrisno warga Pulorejo Pojok RT 01 RW 03 Nogosari Boyolali itu, merupakan anggota Satuan Pemeliharaan (Sathar) 71 Depo Har 71 Lanud Sulaiman TNI AU Bandung.
“Serka Sutrisno ini, merupakan lulusan siswa Bintara angkatan 2004 Lanud Soemarmo Surakarta,” kata Rindar Noor Arifianto.
Menurut Rindar Noor Arifianto kedatangan jenazah di bandara akan dilakukan serah terima, dan rencana dimakamkan di tempat pemakaman desa setempat dengan upacara militer.
Sementara itu, Direktur Pusat Studi Politik dan Pertahanan Keamanan (Puspolhankam) yang juga pengamat politik Arqam Azikin mengatakan, jatuhnya Hercules ini dan beberapa kecelakaan yang lalu, sudah jelas memberikan sinyal bahwa alutsista TNI sudah mendesak dilakukan modernisasi. Tidak bisa lagi memakai pesawat dan helikopter yang terlalu tua, karena membahayakan bagi keselamatan perwira dan prajurit TNI ke matra angkatan.
“Komisi I DPR juga harus pahami ini, bahwa mendesak tambahan anggaran untuk modernisasi, minimal semua matra angkatan AD, AL, AU, khususnya pesawat dan helikopter yang sudah sangat tua usianya,” kata Arqam kepada Rakyat Jateng Rabu (1/6).
Menurutnya, anggota TNI terutama para perwira yang meninggal dalam kecelakaan itu merupakan aset negara. “Karena untuk membentuk dari prajurit hingga perwira sekelas kapten – kolonel itu memerlukan biaya negara yang tidak sedikit, jadi jangan sampai perwira dan prajurit yang handal skilnya, meninggal dalam proses penerbangan seperti ini,” ujarnya. (*-yon)

loading...
Click to comment
To Top