Syarat Dana Hibah Beratkan Masyarakat, Ganjar Surati Mendagri dan Presiden – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Syarat Dana Hibah Beratkan Masyarakat, Ganjar Surati Mendagri dan Presiden

SEMARANG, RAJA – Merasa terlalu memberatkan masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melayangkan surat guna keringanan pencairan dana hibah ke pemerintah pusat terkait penerapan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Disebutkan bahwa yang berhak menerima dana hibah merupakan badan, lembaga, dan organisasi kemasyarakatan yang memiliki badan hukum Indonesia. “Sebenarnya syarat penerima dana hibah relatif mudah. Namun, sejak penerapan UU Nomor 23 Tahun 2014 ada syarat tambahan yang harus dipenuhi, yaitu soal badan hukum itu tadi,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa.

Menurut Ganjar, salah satu syarat yang mengharuskan penerima dana hibah berbadan hukum itu dinilai memberatkan masyarakat. “Dengan adanya syarat tersebut maka seolah-olah masyarakat umum tidak termasuk dalam penerima dana hibah,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Ia mengungkapkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan dana hibah karena tidak semua aspirasi tercakup dalam APBD. “Banyaknya problem yang dihadapi masyarakat tergambar pada proposal dana hibah yang berjumlah puluhan ribu,” katanya.

Terkait dengan hal itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengirim surat pada Kementerian Dalam Negeri dan Presiden Joko Widodo yang berisi permintaan keringanan dalam pencairan dana hibah agar bisa cepat disalurkan kepada masyarakat. “Suratnya sudah saya kirim untuk meminta penjelasan dan keringanan, tapi hingga saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Hal senada juga ditegaskan Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi Jateng Hasan Asyari mengatakan bahwa persyaratan pencairan dana hibah mengenai badan hukum menunjukkan inkonsitensi pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. “Dari seluruh penerima hibah yang berafiliasi ke Nahdlatul Ulama atau setidaknya mempunyai kultur nahdiyin dan hampir 75 persen belum berbadan hukum, termasuk juga ribuan pondok pesantren serta takmir masjid yang berada di Jateng,” katanya. (In)

loading...
Click to comment
To Top