KPK Bidik Tersangka Baru Penyuap Akil. Apakah Buton, Empat Lawang atau Jawa Timur? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

KPK Bidik Tersangka Baru Penyuap Akil. Apakah Buton, Empat Lawang atau Jawa Timur?

JAKARTA – Satu per satu penyuap Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar mulai diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK sendiri terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

Teranyar, dari hasil pengembangan dan menemukan dua alat bukti, lembaga anti rasuah itu pun menetapkan Bupati Morotai, Rusli Sibua sebagai tersangka karena terbukti dalam persidangan memberikan sejumlah uang kepada Akil dalam proses sengketa Pilkada di MK.

Nah, KPK setelah mengantongi salinan putusan incraht Akil Mochtar di Pengadilan Tipikor langsung bergerak cepat lakukan pengembangan penyidikan kasus suap sengketa Pilkada. Bahkan, berdasarkan informasi satu target yang terbukti menyuap Akil dalam jumlah yang fantastis sudah ada di tangan penyidik KPK. [baca juga: Bupati Morotai Tersangka, Umar Samiun Belum Aman?]

Perkembangan itu diungkapkan dalam ekspos kasus pimpinan KPK bersama jajaran kedeputian penindakan. Dalam ekspose itu disepakati ada satu lagi penyuap Akil yang bakal ditetapkan sebagai tersangka.

Jika dilihat dalam amar putusan Akil, ada beberapa pihak yang disebut sebagai pihak penyuap namun belum dijerat KPK. Ada tiga kasus suap sengketa Pilkada lagi yang tengah dibidik KPK, yakni Empat Lawang, Buton, dan Jawa Timur.

Untuk Pilkada Empat Lawang, Akil disebut menerima suap senilai Rp 10 miliar dari bupati terpilih, Budi Antoni Al Jufri. Di Pilkada Jawa Timur, Akil disebut dijanjikan uang senilai Rp 10 miliar yang sempat melibatkan nama politisi Golkar, Zainuddin Amali. Dan terakhir Pilkada Kabupaten Buton. Dalam kasus ini, Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun mengaku didalam persidangan menyetor uang senilai Rp 1 miliar dari total Rp 6 miliar yang diminta oleh Akil ke rekening CV Ratu Samagat, perusahaan milik istri Akil, Ratu Rita.

Untuk diketahui, sebelumnya Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Johan Budi mengungkapkan, pengembangan kasus suap Akil belum berhenti pada Rusli Sibua. KPK masih akan terus melakukan pengembangan penyidikan pada sengketa Pilkada lainnya,

“Berdasarkan pengembangan yang dilakukan dengan terdakwa yang sudah divonis (Akil) kami masih akan mengembangkan lebih lanjut terkait sengketa Pilkada di tempat lain,” kata Johan singkat. (FO)

Click to comment
To Top