Kuasa Hukum: Kami Baru Menerima Dua Panggilan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Kuasa Hukum: Kami Baru Menerima Dua Panggilan

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim pihaknya telah melayangkan tiga surat panggilan pemeriksaan, bekas Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang ditersangkakan untuk kedua kalinya dalam kasus dugaan korupsi PDAM Kota Makassar.

Seperti dilansir sejumlah media, KPK mengklaim telah memanggil IAS pada Rabu 24 Juni 2015, lalu panggilan kedua Senin 29 Juni 2015 dan panggilan ketiga, Senin 6 Juli 2015 mendatang. Terkait klaim ini, Tim Kuasa Hukum IAS menyampaikan beberapa alasan yang bisa merugikan IAS.

Perwakilan Tim Kuasa Hukum IAS, Asmar Oemar Saleh menjelaskan, pihaknya ingin menyampaikan kepada KPK bahwa rencana pemeriksaan IAS pada 6 Juli 2015 yang dianggap sebagai panggilan ketiga oleh KPK adalah panggilan kedua yang sah menurut pandangannya. Jika KPK memaksakan panggilan 6 Juli sebagai panggilan ketiga, berarti KPK melakukan abuse of power karena tidak mengindahkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Karena faktanya, klien kami baru menerima 2 surat panggilan resmi untuk pemeriksaan tanggal 29 Juni 2015 dan pemeriksaan 6 Juli 2015. Jadwal pemeriksaa. 24 Juni tanpa surat panggilan sehingga tidak mungkin untuk dihadiri. Hal ini sudah kami tegaskan kepada publik dan melalui penyampaian surat langsung kepada KPK,” tegas Asmar melalui rilis yang diterima Fajar Online, Kamis (2/7).

Karena merasa tidak mendapat surat panggilan, tim kuasa hukum memilih untuk menghadap dan klarifikasi langsung pada tanggal 24 Juni. Dan pada saat itu KPK tidak bisa menunjukkan surat panggilan tertanggal 24 Juni tersebut. “Namun, sayangnya, melalui Kabag Pemberitaan Priharsa, KPK tetap mengumumkan bahwa kami mangkir tanpa penjelasan dan mengabaikan surat klarifikasi kami. Dengan fakta seperti ini, kami menilai KPK secara sewenang wenang ingin mencitrakan klien kami seakan mangkir dan tidak kooperatif. Kami sangat menyayangkan aksi yang sewenang wenang seperti ini,” tambahnya.

[NEXT-FAJAR]

Terkait dengan surat pertama itu, dijelaskan posisi IAS tengah berada di tanah suci sedang menjalankan umroh bersama keluarga. Akan tetapi, andai saja ada pemberitahuan resmi akan diperiksa pada 24 Juni itu, maka dipastikan pihaknya siap menghadiri panggilan itu.

“Karena selama ini belum pernah sekalipun klien kami mangkir sejak berurusan dengan KPK. Adapun panggilan kedua 29 Juni tidak dihadiri klien kami dengan alasan jelas dan penyampaian resmi sebagai bentuk penghormatan pada KPK dan penyidiknya,” jelasnya.

Olehnya itu, pihaknya kembali ingin menegaskan, bahwa selaku kuasa hukum pihaknya kini sedang fokus pada praperadilan kedua. Sementara IAS sendiri saat ini sedang melakukan pemeriksaan kesehatan di Singapura. Selain itu, pihaknya juga menegaskan selama kini IAS selalu kooperatif dan menghargai segala langkah hukum yang dilakukan KPK.

“Terkait panggilan ke-2 KPK tertanggal 6 Juli, kami akan sepenuh hati memenuhinya. Kami juga berharap agar KPK memiliki itikad serupa dan tidak berlaku sewenang-wenang,” tutupnya. (hrm/rls)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top