Pencinta Akik Wajib Tahu! Ini 5 Batu Alam Paling Berbahaya di Dunia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pencinta Akik Wajib Tahu! Ini 5 Batu Alam Paling Berbahaya di Dunia

JAKARTA- Semua orang setuju, yang namanya batu akik itu indah, menawan, menggoda bagi si pemakainya. Keindahan itu menjadikan batuan jenis ini diburu dengan harga yang gila-gilaan. Namun, benarkah mengenakan batu akik itu memberi sensasi tersendiri?

Jangan cepat berkesimpulan! Ada jenis bebatuan alam yang jika dilihat menggoda namun ternyata memiliki efek mematikan. Bukan mitos, melainakan nyata hasil penelitian. Batu ini memiliki kandungan zat yang paling berbahaya bagi manusia. Berikut jenis akik yang mematikan tersebut.

1. Gelena

 

Sepintas, batu gelana memiliki struktur yang licin dan berkilau. Persis seperti perak. Namun keindahan itu menyimpan kandungan sulfur yang mematikan. Tidak sedikit peneliti yang keracunan dan meninggal kerena menghirup debu timbal atau menyentuh batu gelena. Yang paling ditakuti, jika batu ini berbaur dengan air sungai, maka akan menyebabkan pencemaran yang berbahaya.

 

2. Cinnabar

Bagi yang tidak mengelainya, Cinnabar mungkin dianggap koleksi akik yang sangat indah. Jika melihat penampakannya memang benar, warnah merah darah yang bening mejadikan batu ini persis seperti ruby atau kristal. Namun jangan cepat tergoda, batu yang terkeruk dari dasar gunung berapi ini ternyata mengandung mercury yang sangat tinggi.

Cinnabar sendiri berarti darah naga. Warna merah dari cerah batu ini sebenarnya sudah menunjukan kalau batu ini sangat berbahaya. Batu ini mengeluarkan mercury sehingga bagi yang terkontak langsung dengannya akan menyebabkan tubuh bergetar, mati rasa tremor hingga kematian.

Dulunya, sekitar tahun 1700-an, penambang yang dipekerjakan untuk mengeruk batu Cinnabar menganggap bekerja disanan sebagai hukuman mati. Namun ada mitos, yang mengatakan, batu ini juga memiliki efek menyembuhkan.

 

3. Stibnite

Lihat bentuknya, Stibnite presis seperti gelana, berwarna perak dengan pola tambung seperti kristal loga. Sangat cantik jika ditempa cahaya. Namun tauhkan kalau batu ini sundah memakan ribuan korba. Ia, dulunya orang memakai Stibnite untuk membuat peralatan makanan dan pedang.

Hasilnya, tempat tempat makan dari jenis mineral ini membuat penggunanya langsung meninggal. Begitu juga jika dijadikan senjata. Baru diketahui ternyata stibnite mengandung sulfur mercury yang tinggi. Meksi begitu cukup banyak benda-benda saat ini masih menggunakan bahan stibnite. Jadi bagi pemiliknya, disarankan cuci tangan jika sudah menyentuh jenis mineral ini. [NEXT-FAJAR]

 

4. Chalcanthite

Chalcanthite berwarna biru terang, menyerupai kristal. Batu ini paling diburu pencinta kristal zaman dulu. Namun setelah muncul kasus keracunan dan kematin, barulah orang mulai meniliti unsur kandungan Chalcanthite.

Ternyata diketahui, kristal ini mengandung tembaga yang sangat tinggi, belerang, air dan unsur kima lainnya. Kandungan tembaganya mudah larut dengan air, sehingga saat diuji coba kepada sekumpulan alga, ternyata semuanya mati.

Mineral ini juga sangat ditakuti, jika berada di aliran sungai. Bisa membahayakan populasi disekitar sungai tersebut.

Meski begitu, keindahan Chalcanthite masih sangat fenomenal, hingga beberapa orang masih memburunya, atau bahkan membuat tiruan batu jenis ini untuk dijadikan perhiasan.

 

5. Torbernite

Waspada! batu ini memiliki efek sangat mematikan. Sangking berbahayannya, Torbernite disebut juga batu dari negara. Bentuknya prisma dan berwarna hijau bening. Warna hijau menggoda tersebut rupanya terbentuk dari kandungan uranium yang tinggi.

Batu ini terbentuk dari reaksi kompleks antara fosfor, tembaga, air, dan uranium.

Warnanya yang indah membuat banyak kolektor kristal tergoda untuk mengoleksinya. Namun hati-hati dengan kristal ini.

Jika pembusukan uranium terjadi di dalam, kristal ini akan mengeluarkan gas yang bisa menyebabkan kanker paru-paru secara perlahan. Karena itu, sebaiknya jangan tergoda untuk menjadikannya koleksi, apalagi kristal yang dipasang pada perhiasan. (IO)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top