Pengamat Militer Sebut Pesawat Hercules C-130 Ibarat Peti Mati Terbang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Pengamat Militer Sebut Pesawat Hercules C-130 Ibarat Peti Mati Terbang

JAKARTA – Pemerintah diminta secepatnya mengambil sikap karena sudah terlalu banyak kecelakaan terjadi akibat alat utama sistem persenjataan (alutsista) tua yang masih digunakan, terutama moda transportasi pesawat terbang. Hal itu diungkapkan pengamat militer, Beni Sukadis.

“Pesawat tua itu ibarat peti mati terbang, karena tingginya risiko kerusakan teknis,” ujarnya kemarin (1/7).

Menurut Beni, pemerintah tidak bisa hanya mengucapkan bela sungkawa terhadap para tentara yang gugur dalam kecelakaan, namun di sisi lain masih mengizinkan operasional pesawat-pesawat yang usianya sudah separo abad. “Pesawat umur segitu mestinya sudah dikandangkan,” kata direktur eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia tersebut.

Apalagi, lanjut Beni, akibat embargo oleh Amerika Serikat (AS) pada 1999 – 2005, banyak alutsista tua di Indonesia yang tidak mendapat perawatan layak. Bahkan, banyak diantaranya yang dikanibal alias diganti dengan suku cadang (spare parts) yang tidak orisinil. “Jadi, kelaikan terbangnya memang tidak prima,” ucapnya.

Beni mengatakan, pada 2013 lalu, beberapa pesawat Hercules milik Indonesia sudah diretrovit (ganti mesin maupun servis besar) ke Amerika Serikat (AS). Namun, masih ada sekitar 10 pesawat yang belum diretrovit, sehingga kondisinya kurang fit dan mestinya sudah tidak dioperasionalkan.

“Tapi menurut saya, daripada diretrovit dan keluar banyak biaya juga, lebih baik Indonesia beli pesawat baru,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan jika peremajaan alutsista menjadi prioritas pemerintah, terutama untuk pesawat angkut Hercules yang sudah tua. “Pasti nanti diganti, kita sesuaikan dengan anggaran,” katanya.

Menurut JK, pemerintah juga menekankan agar perawatan pesawat betul-betul diperhatikan. Dia menyebut, mesin maupun sebagian spare part Hercules masih ada yang baru.

Karena itu, perawatan harus diprioritaskan agar pesawat yang ada masih bisa digunakan sementara waktu. “Sebab, umur teknis pesawat itu sangat tergantung perawatan,” ujarnya. (owi/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top