Perampok Bawa Kabur Truk Bermuatan 30 Ton Gula Pasir – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Perampok Bawa Kabur Truk Bermuatan 30 Ton Gula Pasir

UNGARAN, RAJA – Aksi pembajakan sebuah truk bermuatan 30 ton gula pasir terjadi di jalan tol Pejagan Kabupaten Brebes. Beruntung, aksi ini dapat digagalkan oleh tim gabungan dari Polres Semarang dan Polda Jateng, Rabu (1/7) siang kemarin di jalan utaman Semarang – Salatiga, tepatnya di tanjakan Bawen, Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman, mengatakan, semula pihaknya mendapatkan laporan dari jajaran Polres Pemalang jika truk yang digunakan oleh pelaku telah memasuki wilayah Polres Semarang. Oleh karena itu dirinya memerintahkan jajaran Satuan Lalulintas untuk melakukan penghadangan pelaku yang mengendari truk Hino B 9283 UEU.
“Truk tersebut masuk ke jalan tol Manyaran Kota Semarang, dan saya perintahkan anggota untuk menghadang truk tersebut setelah keluar dari jalan tol hingga kami hadang di wilayah Bawen, tepatnya di tanjakan Samsang,” terang Kapolres Semarang.
Langkah polisi ini pun berhasil. Polisi menghentikan truk dan mengamankan pelaku.
Sementara itu pelaku yang terdiri dari dua orang tersebut, diantaranya, Agus Mulyadi, warga Pucang Singo, Jombang, Jawa Timur, dan Margono Putro, warga Purwosari, Kediri, Jawa Timur mengaku baru pertama kali ini melakukan aksi penyekapan dan perampokan tersebut. Dalam aksi ini, sopir truk tronton bernama Ahmad, warga Lasem, Rembang dibuang oleh pelaku di pinggir jalan tol Pejagan dengan tangan diikat dan mulut diplester dengan menggunakan lakban.
Menurut pengakuan Agus Mulyadi, awalnya dirinya hanya ingin menumpang saja saat berada di daerah Kalri, Karawang, Jawa Barat. Namun setelah sampai di jalan tol Pejagan dirinya meminta berhenti sang sopir yang juga teman mainnya tersebut. Karena kalah jumlah akhirnya sang sopir tidak berdaya dan menuruti semua perintah pelaku tersebut.
“Saya memang kenal dengan sopir, waktu itu saya hanya minta tumpangan untuk pergi ke Jawa Timur, dan kebutulan diperbolehkan untuk menumpang,” ungkap pelaku.
Agus mengaku, dirinya hanya mengikat sopir menggunakan lakban dan ditinggal di pinggir jalan tol Pejagan, Brebes, dan tidak melakukan penganiayaan terhadap sopir. “Saya hanya menutup mata dan mengikat tangan dengan menggunakan lakban, tidak sedikitpun menganiaya sopir,” terangnya.
AKBP Latif Usman menambahkan, truk yang berisikan 30 ton gula tersebut kini masih dalam pemeriksaan Polres Semarang, apakah barang bukti dengan tujuan Cilegon – Surabaya tersebut masih dalam kondisi utuh apa tidak, setelah itu akan dilimpahkan ke pihak Polda Jateng untuk ditindaklanjuti.
“Kami tidak melakukan penahanan baik tersangka maupun barang bukti di Polres Semarang, melainkan kami hanya memastikan barang bukti masih utuh apa tidak, baru akan kami kirim ke Polda Jateng, lantaran masalah awal bukan disini, kami hanya melakukan penangkapan saja,” pungkas AKBP Latif Usman. (wis)

loading...
Click to comment
To Top