Terlalu! Sering unggul di Cabor ini, tapi untuk Latihan Atletnya yang Bayar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Terlalu! Sering unggul di Cabor ini, tapi untuk Latihan Atletnya yang Bayar

JAKARTA – Equestrian merupakan salah satu cabor yang diharapkan bisa meloloskan diri pada Olimpiade Rio 2016. Atlet berkuda, Larasati Gading, yang turun di nomor individual dressage (tunggang serasi) masih menjadi salah satu andalan merah putih untuk bisa tampil dalam ajang olahraga paling bergengsi di jagad tersebut.

Meski saat ini sudah mulai melakukan persiapan untuk menuju kejuaran kualifikasi pra Olimpiade 2016, namun menurut Sekjen EFI (Equestrian Federation of Indonesia) Prasetyono Sumiskum, atlet andalan Indonesia, Larasati, masih merogoh kocek pribadinya untuk memenuhi kebutuhan latihan sehari-hari, yang tidak bisa dibilang murah.

“Sampai hari ini memang belum,justru itu yang saya selalu tekankan, termasuk saat terakhir kali evaluasi SEA Games di Kemenpora, bahwa menangani biaya kuda ini lebih mahal daripada atlet,” ujar Pak Tion, panggilan akrab Prasetyono Sumiskum.

Beberapa faktor seperti kuda tidak bisa tinggal di Indonesia, biaya dokter kuda yang tidak murah, sampai pakan kuda yang mengeluarkan biaya sekitar Rp2 juta tiap harinya, dan beberapa perawatan lainnya, membuat Equestrian menjadi salah satu cabor yang mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Untuk sementara ini menurut Pak Tion dana untuk memenuhi kebutuhan latihan sehari-hari tersebut, masih bisa di back-up oleh Larasati  lewat dana prbadinya.

“Ini yang terus saya usahakan agar bisa goal. Tapi terkadang birokrasi dari pemerintah yang sulit tersebut akhirnya mengunci atlet untuk tidak bisa bergerak. Kebetulan saja Laras dan  suaminya  memiliki finansial secara personal jadi bisa jalan terus. Bisa dibayangkan kalau tidak ada orang seperti itu, kan nanti tidak ada hasilnya,” paparnya.

Karena itu dirinya berharap pemerintah juga tergerak untuk segera mengeluarkan SK Olimpiade 2016, tidak hanya untuk atlet saja namun juga SK untuk sang kuda, karena biaya perawatan yang tidak murah tadi. Sehingga beban pengeluaran biaya latihan tersebut,paling tidak bisa ditekan. (mid)

loading...
Click to comment
To Top