Dispertan Salatiga Temukan 393 Kilogram ‘Daging Gelonggongan’ – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Dispertan Salatiga Temukan 393 Kilogram ‘Daging Gelonggongan’

SALATIGA – Menjelang Lebaran 2015 ini, masyarakat diminta hati-hati dalam membeli bahan makanan. Termasuk, daging. Karena, ternyata masih saja ditemukan daging gelonggongan yang diperjualbelikan di pasar.

Terbukti, dalam razia daging tidak layak konsumsi yang digelar oleh tim gabungan Pemkot Salatiga, menemukan daging gelonggongan. Tim ini terdiri Satpol PP, YLKI, Dinas Pertanian (Dispertan), Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan Disperindagkop UMKM menggelar operasi dengan sasaran di Pasar Raya I Salatiga, Kamis (2/7) dini hari. Dari operasi ini, ditemukan sebanyak 393 kilogram daging sapi gelonggongan.
Daging gelonggongan ini ditemukan dari dua orang pedagang, masing-masing seorang pedagang asal Tengaran, Kabupaten Semarang ditemukan sebanyak 370 Kg dan seorang pedagang asal Argomulyo, Kota Salatiga sebanyak 23 Kg. Daging bernilai puluhan juta rupiah itu didatangkan dari daerah Ampel, Kabupaten Boyolali.
“Daging tidak layak konsumsi atau gelonggongan yang berhasil kita sita dari dua pedagang di Pasar Raya I itu akhirnya kita amankan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Banyuputih, Salatiga. Kemudian, akan dimusnahkan dengan cara dibakar. Daging tersebut disita saat razia yang digelar dini hari, yang memang waktu tersebut merupakan waktu tepat untuk memasukkan daging gelonggongan kepada pedagang,” jelas Winarni Widiati, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dispertan Kota Salatiga kepada Rakyat Jateng, Kamis (2/7).
Ditambahkan, bahwa saat dilakukan pengecekan daging tersebut kadar airnya lebih dari 6,3. Normalnya, daging layak konsumsi kadar airnya di bawah 6,3. Akhirnya, daging itu langsung disita dan dua orang pedagang yang menjualnya itu mendapatkan sanksi peringatan tertulis dan membuat surat pernyataan.
Saat daging tersebut akan disita, antara petugas dengan pemilik daging terjadi debat dan berlangsung memanas. Pedagang ngototnya menolak barang dagangannya disita dengan alasan daging itu dilengkapi dokumen resmi dan surat keterangan sehat dari RPH Boyolali. Namun akhirnya pedagang itu hanya diam dan membisu setelah dilakukan tes kadar air daging dengan alat khusus dan hasilnya kadar air daging sapi miliknya lebih dari 6,3. Akhirnya, ratusan kilogram daging itu langsung disita dan dibawa ke RPH Banyuputih.
Sementara, Kepala Satpol PP Kota Salatiga Kusumo Adji SH menyatakan, razia atau operasi terhadap penjualan daging baik sapi maupun ayam di Salatiga ini, merupakan langkah antisipasi peredaran daging tidak layak konsumsi. Bahkan, untuk melindungi masyarakat dari oknum pedagang nakal yang memanfaatkan momen Ramadhan dan lebaran untuk ‘mengeruk’ keuntungan lebih dengan menjual daging tidak layak konsumsi. (hes)

loading...
Click to comment
To Top