Ini Pertumbuhan Ekonomi Cilacap Semester 1 2015 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ini Pertumbuhan Ekonomi Cilacap Semester 1 2015

CILACAP, RAJA – Pada Bulan Juli 2015 atau bertepatan dengan dua minggu memasuki Bulan Ramadan, inflasi di Kabupaten Cilacap mencapai 0,43 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 121,85. Lebih rendah dibandingkan inflasi Mei, sebesar 0,47 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap Edy Aprotuwiyono, di Kantor BPS Rabu (1/07) mengatakan kelompok penyumbang inflasi yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang mengalami kenaikan indeks konsumen sebesar 0,53 persen. “Komoditas yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi paling tinggi antara lain beras, upah pembantu rumah tangga, rokok kretek filter, cabai merah, dan telur ayam ras,” kata dia.

Sedangkan untuk kelompok perumahan, air listrik, gas, dan bahan bakar inflasi sebesar 0,28 persen. Kelompok sandang dengan sebesar 0,22 persen, kelompok kesehatan inflasi 0,14 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami kenaikan inflasi 0,04 persen. Serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,02 persen.

Menurut Edy Aprotuwiyono, untuk ketesediaan barang di Cilacap masih terjaga. Selain itu pada pembelian belum terjadi penumpukan barang, karena kekhawatiran dari pembeli yang berfikir akan kehabisan jika tidak langsung dibeli dalam jumlah banyak.Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir terhadap kebutuhan pokok di Cilacap,untuk pemenuhan menjelang lebaran jumlahnya tercukupi.Barang-barang masih terjaga, terkontrol, dalam arti jumlahnya masih aman dan terjaga di lapangan, terutama dengan gas 3 kg dan 12 kg. Barang tersebut masih banyak disediakan oleh Pertamina, jadi masyarakat tidak usah khawatir.

Tidak hanya gas yang ketersediaan barangnya masih aman, begitu juga dengan sembilan bahan pokok lainnya, jumlahnya masih aman. “Hal ini sudah dilakukan pengecekan oleh BPS, ke lapangan. Terutama barang-barang yang diperlukan oleh masyarkaat.Mudah-mudahan semua bisa terkendali, sehingga kenaikan tidak membebankan masyarakat,” tutur dia.

Edy Aprotuwiyono menambahkan,dari 82 kota indeks harga konsumen (IHK) Nasional 6 kota diantaranya berada di Jawa Tengah. Seluruh kota IHK dari Provinsi Jawa Tengah mengalami inflasi, sedang inflasi tertinggi Jawa Tengah di Kota Tegal sebesar 0,89 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Cilacap sebesar 0,43 persen. (CM)

loading...
Click to comment
To Top