Tidak Ada Kerugian Negara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Tidak Ada Kerugian Negara

JAKARTA–Kasus yang dituduhkan ke Ilham Arif Sirajuddin (IAS) bermula temuan audit BPK tahun 2012 yang menyebukan kerugian negara sebesar 38 miliar rupiah dari kerjasama antara PDAM dengan pt traya.

Atas temuan itu BPK memberikan tiga rekomendasi. Pertama menagih kerugian ke PT Traya. Kedua meninjau. Kembali harga pokok air dan ketiga membatalkan. Kerjasama kedua belah pihak.

Menurut Oktavianus, atas rekomendasi itu PDAM sudah.mengundang auditor independen dari BP SPAM yang kemudian ditemukan bahwa tidak ada kerugian negara. Tidak ada yang salah dengan penentuan harga pokok air yang berarti tidak ada kerugian dan kerjasama bisa dilanjutkan. Temuan ini.juga telah disampaikan ke. BPK dan diakuinya. Kerjasama investasi ini.juga tidak memakai APBD.

Oktavianus bahkan menyebutkan, kerjasama PDAM dan pt traya ini mampu meningkatkan produksi air dari 1000 liter per jam menjadi 1200 per jam. Kondisi ini membuat masyarakat yang terlayani semakin banyak. Saat ini akses air minum di Makasar mencapai 70% dan ini di atas rata-rata akses air minum nasional.

Hal yang sama disampaikan Aliyas Ismail, salah satu pengacara IAS yang menyebutkan audit BPK belum memperhatikan sejumlah beban seperti beban penyusutan dan lainnya dan menentukan harga pokok air. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top