Penyerang Dendam ke Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Penyerang Dendam ke Polisi

FAJARONLINE, GOWA — Dendam diduga kuat sebagai motif penyerangan ke aparat kepolisian. Sebelum penyerangan di bundaran Samata, yang merenggut nyawa Brigpol Irfanudin, beberapa peristiwa terdahulu diduga terkait.

Khusus di wilayah Polres Gowa, tercatat dua insiden. Sekira dua pekan lalu, pos polisi di kecamatan Pattallassang (sekira lima kilometer dari TKP Bundaran Samata) dilempari molotov. Pelaku menggunakan sepeda motor berboncengan.

Kasus teranyar, empat hari sebelum penyerangan di Pos Bundaran Samata, Gowa, polisi yang bertugas di tempat itu, bersitegang dengan pengendara motor berboncengan yang melintas. Pengendara ini tersinggung lantaran seorang polisi berteriak saat pengendara itu melintas.

Informasi yang diperoleh FAJAR di TKP, ketegangan saat itu bermula saat seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor meneriaki/menyapa polisi yang dikenalnya di pos Samata. Polisi yang disapa kemudian membalas berteriak. Namun, kebetulan saat itu melintas pengendara motor pria berboncengan. Pengendara itu mengira dia yang diteriaki oleh polisi. “Dia (pengendara) itu sempat bolak-balik depan pos sambil gas-gas motor. Setelah itu, lalu singgah dan menanyai polisi. Mereka bilang; siapa kau teriaki?” kata seorang warga sekitar TKP, Mato, 23 tahun. Lelaki itu, mengaku, melihat peristiwa itu.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Mochammad Yunus Saputra mengaku, masih menyelidiki rentetan-rentetan kejadian itu. Dia mengaku, sejauh ini kelima anggota regu dua yang bertugas di Pos Polisi Samata itu tidak memiliki masalah pribadi. “Ini yang sementara kita selidiki. Kita masih mencari rentetan peristiwanya,” jelas dia.

Dia juga mengakui penyerangan ini tidak bertujuan menghabisi Brigpol Irfanudin. Menurutnya, penyerangan ini memang bertujuan menyerang polisi yang sedang bertugas. “Kalau dilihat dari skema serangannya sepertinya memang bukan hanya Irfanudin yang ingin dihabisi. Tetapi semua polisi di situ,” jelasnya.

Hal ini hampir sama dengan pengakuan saksi korban, Bripda Usman. Usman mengaku selama bertugas di tempat itu, tidak ada masalah krusial dengan orang lain. “Setahu saya, Irfanudin tidak pernah punya masalah dengan orang lain,” ujarnya. Regu dua di Sat Shabara Polres Gowa memang bertugas melakukan pengamanan di Pos Bundaran Samata. Namun, petugas di tempat itu selalu bergantian. Kadang ada yang tugas malam, ada pula siang.

Polda Sulsel, dikatakannya juga semakin memperketat penjagaan di sejumlah titik yang dianggap rawan. Khususnya untuk pos-pos penjagaan tertentu yang jauh dari keramaian. Polrestabes Makassar juga memperkuat personel di seluruh Polsek-Polsek, Tiap Polsek telah di- back up satu hingga dua regu personel Patmor Sabhara, lengkap dengan persenjataan.

“Sekaligus kami memaksimalkan situasi kamtibmas,” singkat Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Ferry Abraham. (zaq-eka-ver-zuk/ars-sap)

 

 

Click to comment
To Top