KSPI Nilai PP JHT Bisa Permalukan Jokowi Kedua Kalinya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

KSPI Nilai PP JHT Bisa Permalukan Jokowi Kedua Kalinya

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan melakukan revisi terhadap PP 46/2015 tentang Jaminan Hari Tua (JHT). Menurut Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), PP tersebut merupakan jebakan Menakertrans kepada Jokowi.

Pasalnya, isi PP tersebut sangat bertentangan dengan isi UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

“Jangan mempermalukan presiden yang kedua kalinya. Menakertrans dan Direktur BPJS harusnya memahami dulu aturannya jangan langsung main lapor ke presiden,” kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam perbincangan dengan salah satu radio swasta, Sabtu (4/7).

Dia menyebutkan, PP 46 baru dibuat pemerintah, namun belum dijalankan sudah direvisi. Dalam PP 46/2015, ada tiga hal yang dipermasalahkan pekerja. Yaitu masalah panjangnya pencairan JHT, nilai dana yang dicairkan yang sebelumnya 100 persen (tahun kelima) menjadi 10 persen tahun ke-10.

“Hal ketiga dalam penerbitan PP 46/2015, buruh tidak pernah diajak bicara. Padahal sejak adanya UU BPJS, BPJS Ketenagakerjaan bukan lagi milik BUMN tapi badan hukum publik, sehingga pemerintah harusnya meminta pendapat para buruh dan pengusaha selaku pemegang saham,” bebernya.

Atas dasar itulah, KSPI mendesak pemerintah mengembalikan proses pencairan JHT ke aturan lama. “Pemerintah jangan hanya menarik dana dari buruh dan pengusaha. Giliran pembahasan mekanisme pencairan malah kami tidak diajak bicara. Kayak ini ada perubahan kami tidak pernah dipanggil bicara,” tandasnya.(esy/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top