Sakit Hati, NAR Curi Sabu Milik Pacar Senilai Rp2 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Sakit Hati, NAR Curi Sabu Milik Pacar Senilai Rp2 Miliar

TEMANGGUNG – Polres Temanggung, Jawa Tengah, berhasil mengamankan 1,5 kilogram sabu siap edar. Sabu dalam jumlah besar tersebut berhasil disita dari empat tersangka. Kuat dugaan sabu tersebut adalah milik sindikat jaringan internasional.

Kapolres Temanggung, AKBP Wahyu Wim Hardjanto di Mapolres Temanggung menerangkan keempat pengedar tersebut masing-masing NN warga Desa Ringinanom, Parakan, SS warga Desa Ketitang Kecamatan Jumo, JP warga Kelurahan Kranggan Kecamatan Ambarawa, Semarang dan seorang perempuan beriinisial NAR yang tercatat sebagai warga Cilandak Timur Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
“Ketiga tersangka NN , SS dan JP saat ini masih dalam pemeriksaan di Polres Temanggung. Sedangkan NAR diperiksa intesif oleh Satnarkoba Polda Jateng untuk pengembangan kasus tersebut,” terangnya Jumat (3/7).
Kapolres menambahkan, terungkapnya kasus ini bermula dari penangkapan ketiga tersangka yaitu NN, SS, dan JP dalam operasi pekat di daerah Muntung Ngadirejo Senin (29/6) malam sekira pukul 23.00 WIB. Dalam penggledahaan di dalam mobil Xenia nopol AA 8873 PE yang ditumpangi ketiga orang tersebut petugas menemukan satu alat hisap (bong) dan satu buah plastik klip bekas sabu yang dibuang oleh ketiganya di samping mobil.
“Dari temuan tersebut kita lakukan pengembangan asal barang tersebut. Dari pengakuan ketiganya, barang itu berasal dari teman perempuan berinisial NAR yang pada saat itu tinggal di Dusun Cliwik, Desa Gununggempol, Kecamatan Jumo. Dari rumah NAR ini ditemukan 10 paket sabu dengan berat 30,91 gram dan 20 paket sabu sabu seberat 8,8 gram,“ jelasnya.
Namun pengembangan tidak berhenti di situ saja. Menurut Kapolres, dari pengakuan tersangka JP yang dikuatkan oleh NAR, pihaknya berhasil menyita 15 paket besar sabu dengan total 1,5 kg senilai Rp2 milyar lebih yang disembunyikan di daerah Ambarawa.
“Kasus ini jaringan Jakarta dan tidak menutup kemungkinan merupakan jaringan internasional, karena barang tersebut kemungkinan berasal dari luar negeri. Kami masih telusuri lebih lanjut dengan diback up penuh oleh Direktorat Narkoba Polda Jateng untuk penyelidikan di Jakarta,” katanya.
Para tersangka dijerat Pasal 112 ayat (2) subsider Pasal 114 subsider pasal 116 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 20 tahun penjara bahkan maksimal bisa hukuman mati.
Sementara itu salah seorang tersangka, JP mengaku kalau barang haram tersebut milik bekas pacarnya NAR, seorang warga Nigeria. Karena sakit hati diperlakukan kasar, NAR kemudian mencuri sabu tersebut, kemudian lari menemui dirinya.
“Saya sudah pernah diminta oleh NAR untuk menjualkan barang tersebut, namun saya bingung karena tidak profesional dan sampai sekarang belum pernah mengedarkannya, tapi kalau pakai iya,“ dalihnya. (din)

Click to comment
To Top