Biar Kapok! Dua Begal Mati Kutu saat Timah Panas Tembus Betis – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Biar Kapok! Dua Begal Mati Kutu saat Timah Panas Tembus Betis

MEDAN – Dua orang komplotan begal yang kerap beraksi di tiga kawasan, Jalan Wahidin, Asia, dan HM Jhoni, ditembak petugas Satuan Reskrim Polresta Medan. Keduanya diringkus di Jalan Gedung Arca, Medan Kota, Kamis (2/7) malam sekira pukul 22.00 WIB, sehari setelah beraksi.

Dari keduanya disita barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat Pop warna putih BK 2166 AFL yang digunakannya ketika melancarkan aksinya. Kedua pelaku adalah Lukman Ainal Hakim alias Hakim (22), warga Jalan Megawati Gang Buku, Pasar Merah Timur, Medan Area, dan Yudi Santoso (20), warga Jalan AR Hakim Gang Sukawati, Pasar Merah Timur, Medan Area.

Seperti dikutip dari Sumut Pos, Jumat (3/7) siang, penangkapan pelaku berawal dari laporan korbannya Yuniman pada 1 Juni lalu. Korban dirampok pelaku di kawasan Jalan Kapten Jumhana Simpang Asia Mega Mas Medan. Saat itu, korban sedang mengisi pulsa di salah satu toko dan duduk di atas sepeda motornya.

Lalu, tiba-tiba dari belakang kedua pelaku yang menggunakan sepeda motornya saling berboncengan merampas kalung milik korban. Selanjutnya kedua pelaku melarikan diri.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, berdasarkan laporkan korbannya dan melakukan penyelidikan selama sebulan, kedua pelaku akhirnya dapat dibekuk di Jalan Gedung Arca, Medan Kota, pada  Kamis (2/7) kemarin sekira pukul 22.00 WIB. Karena mencoba melarikan diri, keduanya terpaksa dilumpuhkan pada salah satu bagian betisnya masing-masing.

“Menurut pengakuan kedua pelaku, aksinya sudah dilakukan sebanyak 15 kali di kawasan Jalan Wahidin, Jalan Asia dan Jalan HM Jhoni. Uang hasil kejahatannya digunakan untuk foya-foya dan memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Mardiaz.

Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polsek se-jajaran Polresta Medan guna mendalami sepak terjang kedua pelaku. “Laporan polisi ada di Polsek akan kita dalami?. Masyarakat yang merasa pernah menjadi korban, diimbau membuat laporan ke kami,” pungkasnya.

Sementara itu, kedua pelaku, Hakim dan Yudi mengaku setahun belakangan mereka kerap beraksi bersama dengan etnis Tionghoa. “Kami menargetkan kalung yang dipakai etnis Tionghoa?, makanya menjambret di seputaran Jalan Asia, Wahidin, Sumatera dan lainnya,” aku Yudi. [NEXT-FAJAR]

Menurut pria berbadan tambun itu, dirinya pernah mendekam di penjara dalam kasus narkotik jenis ganja. Selain itu, mereka juga pernah “diamuk massa karena gagal beraksi.

Sedangkan Hakim menambahkan, dia sudah dua tahun melakukan aksi perampokan. Sebelum berduet dengan Yudi, dirinya kerap berganti-ganti pasangan. Bahkan dia mengaku, ada seorang temannya yang mendekam di sel tahanan Mapolresta.

“Ada teman saya beraksi yang sedang ditahan di dalam (tahanan-red),” akunya.(riz/adz)

loading...
Click to comment
To Top