Presiden Diminta Tunjuk Langsung Capim KPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Presiden Diminta Tunjuk Langsung Capim KPK

JAKARTA-Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) telahmengumumkan 194 nama yang lolos seleksi administrasi. Harapan besar kini tertumpu terhadap Pansel agar menghasilkan manusia setengah dewa untuk menduduki kursi pimpinan lembaga antirasuah.

Pakar hukum pidana Universitas Padjajaran Agustinus Pohan mengatakan, banyaknya pendaftar yang lolos tahap administrasi membuktikan bahwa seleksi yang dilakukan seperti ajang pencarian kerja.

“Untuk itu, Pansel harus bisa memilih orang-orang yang memiliki integritas dan kompetensi mempertahankan serta meningkatkan kinerja KPK dengan visi misi pemberantasan korupsi yang optimal. Harapannya agar tidak terus dilucuti seperti wacana revisi UU KPK saat ini,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (5/7).

Agustinus juga mengingatkan agar Pansel tidak perlu mempertimbangkan rekomendasi yang diberikan institusi manapun dalam proses seleksi calon komisioner KPK.

“Ketika capim yang ada tidak memiliki kompetensi maupun apa yang dibutuhkan KPK saat ini, sudah saatnya Pansel ataupun Presiden menunjuk langsung individu yang dianggap memiliki kualitas dan kompetensi tersebut,” bebernya.

Sebab itu, rekomendasi yang disodorkan baik dari kepolisian maupun kejaksaan seharusnya bukan menjadi bahan pertimbangan Pansel KPK. Karena KPK bukanlah perwakilan suatu lembaga manapun, baik itu kepolisian maupun kejaksaan. Apalagi rekomendasi baik dari kejaksaan maupun Polri dari track record-nya masih sumir.

“Jadi pertimbangan syarat utama seperti integritas, kemampuan manajerial, kemampuan di bidang hukum hingga keberanian wajib dimiliki calon pimpinan KPK,” jelas Agustinus.

Dia menambahkan, jika Presiden Joko Widodo masih memiliki keinginan pemberantasan korupsi setidaknya bisa menunjuk langsung individu dari instansi penegak hukum untuk merelakan pejabatnya dalam mengikuti seleksi capim KPK.

“Hal itu perlu dilakukan agar KPK dipimpin orang-orang yang memiliki integritas, independensi dan kompetensi yang mumpuni dalam upaya pemberantasan korupsi,” tegas Agustinus.

Secara terpisah, mantan komisioner Komisi Kejaksaan Kamilov Sagala turut mengomentari rekomendasi yang dilakukan Kejaksaan Agung terhadap anggotanya yang mendaftar jadi capim KPK.

“Sebenarnya komposisi orang-orang yang direkomendasikan Jaksa Agung dalam seleksinya tidak transparan, bahkan ada beberapa oknum yang tidak melalui tahanan clearance. Lumayan mempermalukan kejaksaan pastinya,” katanya.

Padahal, masih banyak jaksa berkualitas yang mampu mensinergikan kualitasnya di KPK.

“Contoh Feri Wibisono,dia kan semenjak di KPK memiliki kredibilitas bagus yang layak dimiliki calon pemimpin Kejaksaan Agung. Lalu ada Chuck Suryosumpeno yang berhasil mempertahankan dan menyelesaikan aset terlantar dan yang belum tersita oleh negara dan kapabilitasnya diakui dunia internasional. Keduanya bisa di-challenge di seleksi capim KPK,” beber Kamilov.

Lebih jauh, dia menduga, tidak dimasukkannya dua nama tersebut dikhawatirkan menjadi momok bagi kejaksaan. Mungkin ada ketakutan tersendiri seperti kasus kriminalisasi penyidik KPK Novel Baswedan. [wah/rmol] 

loading...
Click to comment
To Top