Bangun Pesantren, Tokoh KKSS Wakafkan Tanah 5 Ha – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Bangun Pesantren, Tokoh KKSS Wakafkan Tanah 5 Ha

BANDUNG- Wakil Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Muchlis Patahna menunjukkan kepeduliannya pada generasi Islam untuk masa yang akan datang. Mantan Sekjen KKSS yang berprofesi sebagai notaris ini membangun Pondok Pesantren (Ponpes) Modern dengan mewakafkan tanah miliknya seluas 5 hektare.

Bahkan tidak hanya tanah, melainkan juga bangunan dan segala yang ada di atasnya diwakafkan dengan harapan kemajuan lembaga pendidikan Islam yang diberi nama Ponpes Darul Muckhlisin. Ponpes ini dibangun di Kampung Kubang Sari, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

Ponpes modern ini dikhususkan untuk pendalaman ilmu Al-Quran dan Al-Hadits. Nantinya diharapkan bisa melahirkan generasi-generasi Islam yang hafidz Quran. Konsep yang diterapkan yakni menyatukan tiga kecerdasan manusia yakni spritual, intelektual, dan emosional.

Prasasti pendiirian Pondok Pesantren ini ditandatangani Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Acara seremonial peresmiannya yang sekaligus menandai dimulainya aktivitas pendidikan di pesantren ini dilaksanakan pada Minggu, 5 Juli Masehi bertepatan dengan 17 Ramadan 1436 Hijriah.

Peresmian sendiri dihadiri sejumlah tokoh penting yakni Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelfa, Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Basri Sidehabi, Ketua Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa, HM Aksa Mahmud, tokoh militer, tokoh agama, staf ahli wakil presiden, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung.

Muchlis Patahna mengungkapkan, Ponpes Darul Muckhlisin adalah institusi pendidikan agama yang tidak mencari keuntungan. Melainkan sepenuhnya diserahkan untuk kepentingan umat. Ponpes ini akan dikelola Yayasan Darul Muckhlisin dengan konsep peningkatan kualitas keimanan, moralitas, dan ilmu pengetahuan berdasarkan tuntunan Islam.

“Ponpes ini bisa menampung sampai 10 ribu santri. Luas lahan 5 hektare ini akan diupayakan menjadi 10 hektare. Konsepnya nanti minimal seperti Pesantren Gontor. Mohon doanya, ini semua untuk umat,” kata Muchlis usai dia dan istri, Hj Diana Muchlis Patahna bersama ahli warisnya menandatangani piagam wakaf sebagai bukti tanah dan bangunan ini tidak bisa lagi diwariskan dan diperjualbelikan.

Mantan Ketua MK, Hamdan Zoelfa menegaskan, apa yang dilakukan Muchlis dengan mewakafkan tanah dan ponpes ini merupakan investasi akhirat. Menurutnya, ini akan menjadi jalan keselamatan sebagaimana yang telah dijanjikan Allah SWT. ” Ini jalan menuju surga. Pak Muchlis patut bersyukur,” sebut dia.

Sedangkan Aksa Mahmud yang juga didaulat menjadi Ketua Dewan Penasehat Yayasan Darul Muckhlisin menyebutkan keyakinannya Ponpes ini akan semakin besar. Bahkan Aksa mengatakan, dirinya berharap Muchlis Patahna bisa membangun cabang-cabang lainnya di Indonesia dari pesantren ini. “Biar dapat SIM A masuk surga,” doa Aksa.

Ponpes Darul Muckhlisin kini telah terbangun gedung asrama putri dan putra. Infrastruktur untuk menunjang pendidikan juga sudah siap meskipun belum 100 persen. Selanjutnya, akan dibangun Masjid dan Gedung Olahraga (GOR) sebagai pusat kegiatan untuk meningkatkan kreatifitas santri. (arm)

Click to comment
To Top