Kesal Dipanggil Kuat Nafsu, MAD Jerat Leher Pacarnya Hingga Tewas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kesal Dipanggil Kuat Nafsu, MAD Jerat Leher Pacarnya Hingga Tewas

PEKANBARU – Polresta Pekanbaru akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan Sri Vivie Sulastri, 20, satu hari setelah kejadian, Jumat (3/7) sore. Tersangka MAD, 21, yang tak lain adalah pacar korban ditangkap Sabtu petang (4/7) di rumah orangtuanya.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Aries Syarief Hidayat dalam ekspos perkara, Minggu (5/7) mengatakan tersangka nekat membunuh karena sering diejek korban melalui pesan singkat yang dikirim korban melalui handphone-nya.

“Menurut tersangka, dalam pesan singkat tersebut, korban mengatakan tersangka merupakan orang yang kuat nafsu (kunaf),” ujar Kapolresta.

Merasa tersinggung dengan ucapan itu, Selasa (30/6) sekitar pukul 19.00 WIB, tersangka mencari akal untuk bisa mengajak korban bertemu. Melalui  pesan singkat, tersangka mengajak korban bertemu di rumah kosnya Jalan Uka, sekitar pukul 19.30 WIB.

Setibanya disana, tersangka membawa korban jalan-jalan berkeliling di wilayah Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Tampan dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario milik korban.

Awalnya tersangka berharap korban bisa dikerjai oleh para preman yang kerap nongkrong di sekitar Stadion Utama Riau. Namun niat alumni salah satu pesantren di Kampar itu tidak berhasil. Tidak ada preman di sana.

Akhirnya tersangka membawa korban ke tempat yang sepi di Jalan Garuda Sakti, Gang Pribadi. Mereka kemudian duduk di tanah sambil mengobrol hingga pukul 00.00 WIB.

Di sekitar lokasi, tersangka kemudian melihat seutas tali nilon. Entah apa yang ada dibenaknya, tersangka langsung mengambil tali tersebut dan melilitkannya ke leher korban dari arah belakang. “Setelah dia (korban, red) tidak bergerak, saya langsung menyeretnya ke semak-semak,” jelas tersangka. [NEXT-FAJAR]

Untuk menghilangkan barang bukti, keesokan harinya, tersangka pergi ke sebuah sungai di daerah Jalan Garuda Sakti. Barang bukti berupa tali nilon, helm, dompet dan plat nomor kendaraan milik korban dibuang.

Setelah itu, tersangka melanjutkan pelariannya ke arah Pasar Minggu, Kecamatan Tapung, Kampar untuk menjual handphone korban dan merenovasi bodi motor korban dengan plastik kaca.

“Tersangka kami amankan ketika sedang berada di rumah orangtuanya di Jalan Muhammad Hatta, Dusun Tambusai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kampar, Sabtu (4/7) sekitar pukul 16.30 WIB,” ungkap Kapolresta.

Sementara itu, Eko, 25, yang merupakan kakak kandung dari korban kepada Riau Pos (Grup JPNN) mengatakan, korban merupakan anak yang periang. Korban bekerja sebagai karyawan salah satu retail di Kota pekanbaru dan tinggal di rumah kos di Jalan Tuanku Tambusai, Gang Baung.

Eko mengaku baru mengetahui adiknya telah meninggal dunia setelah dihubungi pihak Polsek Tampan yang mengetahui identitas adiknya dari sidik jari yang terekam di e-KTP.

“Kami tahunya setelah dihubungi Polsek Tampan dan disuruh datang pada Jumat (3/7) malam,” jalas Eko.

Sebelum diketahui meninggal dunia, kata Eko, korban yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara itu selalu menelpon ibunya setiap hari. Namun, beberapa hari terakhir korban sudah tidak lagi menghubungi ibunya.

Dari keterangan teman satu kos korban, korban terakhir kali pergi dalam keadaan marah dengan menggunakan sepeda motor dan tanpa mengenakan helm.

Pihak keluarga korban, menurut Eko sudah ikhlas atas peristiwa yang menimpa adiknya. Dia berharap agar tersangka dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya yang tega menghabisi nyawa adik bungsunya tersebut.(mg6)

Click to comment
To Top