Revisi PP JHT Harus Sesuai dengan Kondisi Ketenagakerjaan Nasional – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Revisi PP JHT Harus Sesuai dengan Kondisi Ketenagakerjaan Nasional

FAJARONLINE, JAKARTA – Anggota DPR RI Komisi IX Irma Suryani menegaskan bahwa rencana pemerintah untuk merevisi Peraturan Pemeruntah (PP) tentang Jaminan Hari Tua (JHT) harus memperhatikan kondisi ketenagakerjaan nasional.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Kemenaker dan Dirut BPJS Naker di gedung DPR RI (6/7), Irma menilai ketentuan waktu pencairan minimal 10 tahun waktu kepesertaan BPJS seolah mengabaikan fakta-fakta yang banyak dialami para buruh.

“Mulai dari yang kehilangan pekerjaan karena di PHK sepihak tanpa pesangon, lemahnya penegakan pembayaran upah proses ketika mengalami PHK sampai adanya putusan inkracht pengadilan, kontrak habis atau pindah kerja pada saat mereka belum mencapai 10 tahun kepesertaan sebagaimana diamanatkan dalam perundang-undangan. Sehingga kondisi PP JHT harus disesuaikan dengan kondisi ketenagakerjaan Indonesia saat ini,” tegasnya

Anggota DPR RI asal Sumsel ini juga menyoroti penandatanganan PP JHT yang terkesan sangat terlambat serta minim sosialisasi sehingga menimbulkan polemik sepeti ini. Menurutnya, ketentuan UU 24/2011 tentang BPJS Pasal 62 ayat (2) butir D, ditegaskan bahwa Peraturan Pemerintah terkait teknis JHT harus disiapkan sebelum tanggal 1 Jui 2015.

“Sehingga dalam rentang waktu tersebut penyusunan PP JHT seharusnya pemerintah harus melibatkan buruh itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga meminta agar pemerintah lebih cermat dan berhati-hati dalam menyusun berbagai peraturan yang menyangkut masyarakat terutama buruh agar polemik seperti ini tidak terjadi lagi sebab PP JHT ini akan mempengaruhi nasib dan hidup puluhan juta tenaga kerja peserta JHT.

“Berkaca dari perintah revisi terhadap PP tentang JHT dan juga terkait revisi atas beberapa peraturan pemerintah lainnya, kami meminta kepada Pemerintah untuk lebih cermat dan berhati-hati dalam menyusun serta menandatangani peraturan agar polemik seperti ini tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Click to comment
To Top