Tidak Ada Pungli di Pendampingan PTK! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Tidak Ada Pungli di Pendampingan PTK!

BANJARNEGARA, RAJA – Kepala Dindikpora Banjarnegara, Noor Tamami membantah adanya penarikan uang pendampingan PTK. Bahkan, ia berjanji akan melakuan pencekalan jika terdapat oknum Dindikpora yang berani memungut iuran tanpa sepengetahuannya.

“Kalaupun benar dan terbukti, siapa yang pegang uang itu akan saya cekal,” tegasnya.

Ia menegaskan, pihaknya sudah melarang keras semua jajarannya menarik uang dari para guru untuk meluluskan PTK kenaikan pangkat. “Dinas tak boleh melakukan itu. Tapi dinas berkewajiban menaikkan kualitas guru,” tambahnya.

Begitu juga dengan narasumber, Noor mengatakan, dinas tidak memaksakan harus menggunakan jasa narasumber dari dinas. “Bebas dari mana. Yang sudah berjalan pun, kami menggunakan jasa dosen dari perguruan tinggi,” katanya.

Menurutnya, penarikan uang yang ada dilapangan dimungkinkan untuk biaya operasional atau kebutuhan selama pembuatan karya tulis yang dikelola oleh KKG. “Kalau iuran dari KKG sendiri di tiap kecamatan silahkan, tapi kalau di lapangan ternyata ada iuran selain untuk peningkatan profesi guru sendiri kami tidak tahu. Dan jika ada yang bisa menunjukkan orang dinas menarik uang yang bukan haknya bisa melaporkan,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan P. Agus Sutanto mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui tentang masalah pembiayaan, karena pihaknya hanya sebagai kebijakan teknis dalam pendampingan PTK. “Saya membantu menyiapkan dan mengirimkan narasumber dan hanya memfasilitasi saja bukan pengelolaan apalagi pembiayaan,” katanya.

Dijelaskannya, ia hanya membantu dalam bimbingan pada para guru yang ingin naik pangkat. Menurutnya, jika hanya mengikuti workshop saja, belum menjamin para guru dapat menulis karya ilmiah atau PTK dengan baik. “Sehingga kami pihak dinas yang diminta bantuan dari Kegiatan Kerja Guru (KKG) dari guru SD melaksanakan pendampingan pada guru tentang bagaimana cara membuat PTK. Tapi untuk pengelolaan kegiatan itu bagian KKG yang ada di masing-masing kecamatan. Jadi, kegiatan bukan urusan saya, saya hanya memebantu menyarikan narasumber,” jelasnya.

Sementara untuk biaya yang dia tahu, hanya untuk membayar jasa narasumber yang memberi materi dan bimbingan. “Karena saya urusannya materi dan narasumber. Bukan duit. Mereka yang iuran,” katanya. (RB)

To Top